Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) melalui devisi pengelolaan alumni menggelar Direktur Cup. Agenda ini rutin diselenggerakan setiap tahun guna menciptakan konektivitas antar-awardee untuk membangun Indonesia. Tahun ini (9-10/11) yang menjadi tuan rumah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tema membangun kebersamaan dalam semangat sportivitas.

Acara dibuka oleh Ratna Prabandari selaku coordinator pengelolaan alumni. “Acara ini sebagai agenda silaturrahmi awardee untuk menjalin kebersamaan dalam membangun Indonesia. Oleh karena itu, siapapun juaranya tidak terlalu penting, yang terpenting adalah kebersamaan,” tuturnya. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, cabang lomba terdiri dari futsal dan bulu tangkis. Futsal terdiri dari 9 tim yang bertanding, sedangkan bula tangkis setiap cabangnya tak sepi dari peminat. Tim Futsal Universitas Indonesia berhasil mengalahkan juara bertahan tim futsal gabungan DIY.

Tim futsal Universitas Indonesia bertemu juara bertahan dalam turnamen ini. Babak penyisihin berhasil mengalahkan juara bertahan dengan skor 4-3. Babak pertama UI tertinggal 1-3, namun berhasil membalikkan kedudukan di babak kedua. Di semi final, undian mempertemukan kembali UI dan DIY. Kedua tim saling mencetak gol, namun di babak kedua UI lebih unggul. Di babak final, UI bertemu dengan UGM, yang merupakan finalis tahun lalu. Bertemu dua kali dengan juara bertahan, membuat tim futsal UI kehabisan tenaga dan kehilangan konsentrasi. Pada akhirnya, UI harus puas menjadi runner up tahun ini.

Penutupan dan penyerahan hadiah dari seluruh perlombaan diserahkan oleh Ratna Prabandari. Beliau kembali menekankan bahwa tujuan diselenggarakannya acara ini sebagai ajang silaturrahmi dan kebersamaan. Beliau menginformasikan bahwa Direktur Cup tahun depan akan diselenggarakan di kota Malang, Jawa Timur.

Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia menggelar seminar nasional naskah dalam kajian antardisiplin pada Era 4.0. Seminar yang dibuat atas beberapa kelompok kecil diskusi dan panel ini berlangsung di FIB UI, Depok, Selasa-Rabu (5-6/11). Kepala Departemen Ilmu Susastra FIB UI Dhita Hapsarani menyampaikan urgensi kajian filologi di era kekinian, terutama dalam kaitannya dengan tren industri 4.0. Padahal, kajian filologi dinilai oleh sebagian orang sudah selesai.

"Kita bersyukur kepada tuhan atas kesempatan waktu yang diberikan untuk seminar dua hari ini. Terima kasih kepada Ibu Ikram yang terus bergairah dalam berbagi ilmu. Konon filologi tidak banyak peminatnya, tetapi kita tahu betapa pentingnya ilmu itu," kata Dhita dalam pembukaan seminar di auditorium Gedung I FIB UI.

Ia menambahkan bahwa revolusi industry 4.0 berkaitan erat dengan tren teknologi informasi yang ditandai dengan kemudahan dan kecepatan penyampaian informasi. Hal ini berdaya guna bagi kajian filologi terkait digitalisasi dan kegiatan pernaskahan lainnya. "4.0 tren. Memang naskah terkait masa lalu, tetapi pengelolaan, distribusi, dengan penggunaan teknologi informasi terkini," kata Dhita.

Seminar ini diselenggarakan oleh Laboratorium Filologi Departemen Ilmu Susastra Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia, PPKB FIB UI, dan Masyarakat Naskah Nusantara (Manassa). Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Gufron Ali Ibrahim juga menyinggung pendayagunaan teknologi digital untuk kegiatan pernaskahan.

 "Satu hal saja yang sampaikan, seperti yang telah disinggung Kepala Departemen Susastra FIB UI, yaitu bagaimana pemanfaatan teknologi digital oleh akademisi dalam kegiatan pernaskahan di Indonesia," kata Gufron Ali. Manajer Pendidikan FIB UI Nurni Wahyu Wuryandari yang menyampaikan sambutan atas nama Dekan FIB UI mengatakan bahwa dirinya termasuk salah seorang sarjana yang awal-awal sekali memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan pernaskahan Cina kuna.

"Saya asal dari prodi Cina, meneliti naskah Cina kuna yang memuat informasi Nusantara sejak abad kedua sampai abad Dinasti Ching. Saya bersyukur atas pemanfaatan digital. Justru di sini manfaat filolog yang mengangkat catatan masa lalu," kata Nurni di hadapan peserta seminar yang terdiri atas pelbagai bidang dan disiplin.





Sumber: https://www.nu.or.id/


Publishing Talks: Getting Your Work Published in English
http://www.mediafire.com/file/gl19eu6bnv2i4cm/Publishing_Talks.rar/file
Bogor – Bertempat di Astana Bogor (28/10), Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) gelar musyawarah nasional bertajuk Pemantapan Pembinaan Ideologi Pancasila. Acara ini diikuti oleh undangan yang merupakan perwakilan pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI) setiap provinsi seluruh Indonesia.

Acara ini dibuka oleh pelaksana tugas Prof. Dr. Hariyono, M. Pd. Beliau menggantikan Yudi Latif Ph. D yang mengundurkan diri sejak Juni. Sebelumnya menjabat sebagai wakil BPIP dan pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Advokasi. Acara ini juga dihadiri Dr. Rima Agristina, Sh, SE, MM selaku Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi. Dalam setiap kesempatan, beliau mengajak agar senantiasa bersyukur, merawat dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan hidup yang lebih bermakna, damai, bahagia dan sejahtera.

Rangkaian acara ini diselenggarakan dalam rangka mensinergikan program pendidikan kultural Pancasila sampai akar rumput. Para paskibraka dan alumninya menjadi duta Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa di masyarakat. Tujuannya agar masyarakat Indonesia khususnya generasi muda tidak tertipu dengan ideology-ideologi yang berusaha mengganti Pancasila dan membuat kerusuhan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salam Pancasila!

BEKRAF bekerja sama dengan Universitas Indonesia mendorong generasi muda untuk meningkatkan kreatifitas di dunia digital. BEKRAF memberikan pelatihan kurang lebih selama tiga bulan kepada para CEO atau founder yang telah bergerak minimal selama 2 tahun. Bentuk usaha rintisan tersebut beraneka macam, baik sosial maupun bisnis. Materi-materi tersebut bisa diunduh di bawah ini.

Opportunity Discovery
http://www.mediafire.com/file/memi8pfkgvdx35e/Bekup2019-Opportunity_Discovery.rar/file

Daily Social Startup Report
http://www.mediafire.com/file/exftwmfeeh60rtp/DailySocial_Startup_Report_2018.rar/file

Survey Apiji 2018
http://www.mediafire.com/file/c0mh4z3kiim9u0f/survey_apjii_2018.rar/file

Deck e-Conomy SEA 2018
http://www.mediafire.com/file/qj5l9akjnu6y9xs/Deck_e-Conomy_SEA_2018_by_Google_Temasek_JtMlO3o.rar/file

Good Founders
http://www.mediafire.com/file/msbvgwxjgxdlje0/Bekup2019-GoodFounders%2526team.rar/file

Value Prop Canvas Diagram
http://www.mediafire.com/file/k0zc5pmzjy9wvgg/Value_Prop_Canvas_Diagram_ACH_handout.rar/file

Concierge Experiment
http://www.mediafire.com/file/56czh274cgaxq89/D2.4_-_Concierge_Experiment.rar/file

e-Conomy SEA 2019
http://www.mediafire.com/file/6owwksj43jhy8vb/e-Conomy_SEA_2019_report.rar/file

Bisnis Founder Preparation
http://www.mediafire.com/file/rs1cuquosx58t2z/BEKUP_-_Bisnis_-_Founder_Preparation_1_-_Key_Metrics.rar/file

Explorative Interview
http://www.mediafire.com/file/lelrclm4z4t3kv2/Bootcamp_1_Hari_1_-_Explorative_Interview.rar/file

Pitch Experiment
http://www.mediafire.com/file/facin5tef4la8bt/Bekup2019-Pitch_Experiment.rar/file

Startuo Presentation 6
http://www.mediafire.com/file/z3p8cdkb8ldt4yg/Startup_-_Presentasi-6-team.rar/file

Business Model Empty
http://www.mediafire.com/file/h51wk0mr60a8m7b/the-business-model_empty.rar/file

Kantor Pengelolaan Produk Riset dan Inovasi Universitas Indonesia menyelenggarakan workshop bersama ENAGO. Sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi mahasiswa. Berikut materi-materi workshop tersebut:

Enago Increase Your University's Research Output(W)
http://www.mediafire.com/file/7rry738nm1bxffj/Enago_Increase_Your_University%2527s_Research_Output%2528W%2529.rar/file

Challenges In Academic Writing_UI
http://www.mediafire.com/file/iahnsf5u0o8ov72/Challanges_In_Academic_Writing_UI.rar/file

Methods in Humanities_V3_UI
http://www.mediafire.com/file/yf6d8bxr8x8ig9d/Methods_in_Humanities_V3_UI.rar/file

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Saudara-saudara santri di seluruh tanah air yang saya banggakan. Dalam suasana memperingati Hari Santri tanggal 22 Oktober 2019, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, semoga rahmat, berkat, dan perlindungan-Nya senantiasa menyertai kita semua.

Saudara-saudara sekalian,
Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Penetapan tanggal 22 Oktober merujuk pada tercetusnya "Resolusi Jihad" yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 Nopember 1945 yang kita diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Sejak Hari Santri ditetapkan pada tahun 2015, kita selalu menyelenggarakan peringatan setiap tahunnya dengan tema yang berbeda. Secara berurutan pada tahun 2016 mengusung tema "Dari Pesantren untuk Indonesia", tahun 2017 "Wajah Pesantren Wajah Indonesia", dan tahun 2018 "Bersama Santri Damailah Negeri".

Meneruskan tema tahun 2018, peringatan Hari Santri 2019 mengusung tema "Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia". Isu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama. Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural. Dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud. Semangat ajaran inilah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia.

Saudara-saudara yang berbahagia
Setidaknya ada sembilan alasan dan dasar mengapa pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian. Pertama, kesadaran harmoni beragama dan berbangsa. Perlawanan kultural di masa penjajahan, perebutan kemerdekaan, pembentukan dasar negara, tercetusnya Resolusi Jihad 1945, hingga melawan pemberontakan PK! misalnya, tidak Jepas dari peran kalangan pesantren. Sampai hari ini pun komitmen santri sebagai generasi pecinta tanah air tidak kunjung pudar. Sebab, mereka masih berpegang teguh pada kaidah hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman).

Kedua, metode mengaji dan mengkaji. Selain mendapatkan bimbingan, teladan dan transfer ilmu langsung dari kiai, di pesantren diterapkan juga keterbukaan kajian yang bersumber dari berbagai kitab, bahkan sampai kajian lintas mazhab. Tatkala muncul masalah hukum, para santri menggunakan metode bahsulmasail untuk mencari kekuatan hukum dengan cara meneliti dan mendiskusikan secara ilmiah sebelum menjadi keputusan hukum. Melalui ini para santri dididik untuk belajar menerima perbedaan, namun tetap bersandar pada sumber hukum yang otentik.

Ketiga, para santri biasa diajarkan untuk khidmah (pengabdian). Ini merupakan ruh dan prinsip loyalitas santri yang dibingkai dalam paradigma etika agama dan realitas kebutuhan sosial.

Keempat, pendidikan kemandirian, kerja sama dan saling membantu di kalangan santri. Lantaran jauh dari keluarga, santri terbiasa hidup mandiri, memupuk solidaritas dan gotong-royong sesama para pejuang ilmu.

Kelima, gerakan komunitas seperti kesenian dan sastra tumbuh subur di pesantren. Seni dan sastra sangat berpengaruh pada perilaku seseorang, sebab dapat mengekspresikan perilaku yang mengedepankan pesan-pesan keindahan, harmoni dan kedamaian.

Saudara-saudara sekalian,
Adapun alasan yang keenam adalah Lahirnya beragam kelompok diskusi dalam skala kecil maupun besar untuk membahas hal-hal remeh sampai yang serius. Dialog kelompok membentuk santri berkarakter terbuka terhadap hal-hal berbeda dan baru.

Ketujuh, merawat khazanah kearifan lokal. Relasi agama dan tradisi begitu kental dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pesantren menjadi ruang yang kondusif untuk menjaga lokalitas di tengah arus zaman yang semakin pragmatis dan materialistis.

Kedelapan, prinsip Maslahat (kepentingan umum) merupakan pegangan yang sudah tidak bisa ditawar lagi oleh kalangan pesantren. Tidak ada ceritanya orang-orang pesantren meresahkan dan menyesatkan masyarakat. Justru kalangan yang membina masyarakat kebanyakan adalah jebolan pesantren, baik itu soal moral maupun intelektual.

Kesembilan, penanaman spiritual. Tidak hanya soal hukum Islam (fikih) yang didalami, banyak pesantren juga melatih para santrinya untuk tazkiyatunnafs, yaitu proses pembersihan hati. Ini biasanya dilakukan melalui amalan zikir dan puasa, sehingga akan melahirkan fiki.ran dan tindakan yang bersih dan benar. Makanya santri jauh dari pemberitaan tentang intoleransi, pemberontakan, apalagi terorisme.
Saudara-saudara yang berbahagia

Di samping alasan pesantren sebagai laboratorium perdamaian, keterpilihan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBS) sejak 2 Januari 2019 hingga 31 Desember 2020, dimana bargaining position Indonesia dalam menginisiasi dan mendorong proses perdamaian dunia semakin kuat dan nyata, menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa, terutama kalangan santri Indonesia agar turut berperan aktif dan terdepan mengemban misi dan menyampaikan pesan-pesan perdamaian di dunia internasional.

Saudara-saudara sekalian
Akhirnya kita juga patut bersyukur karena dalam peringatan Hari Santri Tahun 2019 ini terasa istimewa dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Dengan Undang-Undang tentang Pesantren ini memastikan bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat. Dengan Undang-Undang ini negara hadir untuk memberikan rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi kepada pesantren dengan tetap menjaga kekhasan dan kemandiriannya. Dengan Undang-Undang ini pula tamatan pesantren memiliki hak yang sama dengan tamatan lembaga lainnya.

Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya ucapkan "Selamat Hari Santri 2019, Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia".

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bogor - Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Lektur Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat melakukan penelitian folklor keagamaan yang ada di Nusantara, baik yang bersumber dari ajaran Islam dan ajaran agama lainnya.

Menurut Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Lektur Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia Muhammad Zain, tema besar yang digali dari folklor-folklor tersebut adalah tentang moderasi atau harmoni dalam kehidupan beragama atau suku bangsa.

“Penelitian folklor yang dikumpulkan sudah banyak banget, jumlahnya ribuan,” ungkap Muhammad Zain di sela Seminar Hasil Penelitian Folklor Keagamaan Nusantara di Hotel Swiss Bell, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin dan Selasa (14-15/10). Menurut Zain, folklor memiliki fungsi dalam melanjutkan tradisi intelektual dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tak hanya itu, folklor juga menunjukan kecerdasan otentik dalam sebuah bangsa.

“Dari ragam folklor, Indonesia kaya dengan budaya, kedua, kaya dengan imajinasi, dan mengandung pesan-pesan luhur. Foklor ini juga menunjukkkan kepada dunia bahwa orang Indonesia punya peradaban tinggi seperti Arab, India, China,” jelasnya.  Namun, kata Zain, saat ini folklor-folklor tersebut masih dalam bentuk arsip penelitian sehingga belum termanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Karena itu, pihaknya berencana mempublikasikannya dalam bentuk yang mudah diterima, terutama oleh generasi muda. 

Caranya kata dia, akan mengundang ahli bahasa, untuk memberikan saran penyajiannya agar tidak sia-sia.  “Saya minta dari sekian ribu folklor itu diseleksi sekitar 40 folklor yang kira-kira intinya inti, dipilih, disajikan dalam bentuk karikatur atau komik, dan kalau bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab,” katanya.
Dalam seminar tersebut Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Lektur Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia menyajikan hasil penelitian folklor di beberapa daerah yaitu Cirebon, Kuningan, dan Ciamis (Jawa Barat), Pati, Pekalongan (Jawa tengah), Yogyakarta, Aceh, Banyuwangi (Jawa Timur), Ambon (Maluku), Jambi, dan Bengkulu.

Seminar yang dibuka Kepala Lektur Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI Muhammad Zaid tersebut, dimulai dengan pemaparan penelitian Asep Saefullah di Cerebon, Kuningan, dan Ciamis. “Foklor adalah kebudayaan yang diwariskan secara turun-temurun secara lisan atau melalui contoh yang disertai gerak isyarat atau pembantu pengingat,” katanya.

“Foklor lisan adalah foklor yang berbentuk murni yang bentuknya terdiri atas, satu, bahasa rakyat, dua, ungkapan tradisional, tiga, pertanyaan tradisional, empat, sajak dan puisi rakyat, lima, cerita prosa rakyat, dan nyanyian rakyat,” jelas Asep menyampaikan definisi dari James Danandjaya dalam buku Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng dan lain-lain.

Menurut Asep foklor, di antaranya cerita rakyat dapat menjadi salah satu media menyampaikan pesan-pesan religius dan moral dari generasi tua kepada generasi muda. Di daerah Panjalu, Ciamis, misalnya, Asep menemukan cerita tentang Prabu Borosngora. Ia masuk Islam pada tahun 1537 di Makkah setelah ketemu Sayidina Ali. Pada pertemuan itu, Prabu Borosngoora diberi oleh-oleh sebuah pedang sakti, air Zamzam, dan jubah. “Air Zamzam yang dibawa dari Makkah itu kemudian sekarang menjadi Situ Lengkong yang hingga saat ini jadi cagar alam seluas 15 hektar,” katanya.

Foklor tersebut, menurut Asep, memiliki banyak makna, di antaranya adalah misi dari leluhur masyarakat Sunda di daerah Panjalu agar anak cucunya menjaga lingkungan hidup, salah satunya hutan yang menjadi cagar alam sekarang itu. Selain foklor yang bernuansa Islam, seminar tersebut menyajikan foklor dari agama-agama lain seperti katolik di Ambon. “Ambon kaya cerita rakyat, bahkan lebih kuat budaya lisannya daripada tradisi tulisnya. Namun, cerita rakyat Maluku sangat memprihatinkan, sudah banyak hilang,” ungkap Masmedia Pinem yang meneliti foklor Maluku, di antaranya Foklor Rasul Joseph Kam.
Sumber: www.nu.or.id


Kitab yang Gus Baha pinta Ijazahnya kepada beliau Siidil Habib Umar adalah kitab "Taujihunnabih", sebuah kitab kumpulan kalam-kalam Habib Umar terlengkap yang disusun oleh murid beliau Syaikh Fahmi Ubaidun. Pdf kitabnya bisa di download di link ini : http://bit.ly/توجيه-النبيه-لمرضاة-باريه

Untuk kitab-kitab karangan Habib Umar yang lain bisa di download disini :

 من مؤلفات العلامة الداعية إلى الله تعالى الحبيب عمر بن محمد بن سالم بن حفيظ ابن الشيخ أبي بكر بن سالم نفع الله به ومحاضراته المكتوبة 

أدب الحوار بين الجماعات والفرق الإسلامية

إسعاف طالبي رضا الخلاق ببيان مكارم الأخلاق
نسخة وورد word : 

توجيه النبيه لمرضاة باريه

توجيهات الطلاب إلى أسس الهدى والصواب

تيسير التوجُّه بالدعوات إلى ربِّ البريات

ثقافة الخطيب

الحياض المطهرة لواردي المدينة المنورة
 مجموعة من الأدعية والأذكار لمن يزور رسول الله صلى الله عليه وسلم ومن في المدينة المنورة من الصحابة والصالحين

خلاصة المدد النبوي أو الخلاصة في أذكار اليوم والليلة 
(مجموعة من الأذكار والأدعية المأثورة في اليوم والليلة)
نسخة أخرى 
نسخة أخرى مفهرس مع الانتقال السريع :
🔊 الخلاصة بالصوت

الخطاب الإسلامي في المؤسسات الدينية بين الواقع والتطوير

دروس الأساس في النحو 

الذخيرة المشرفة فيما يجب على المسلم أن يعرفه

زاد الناسك من أدعية المناسك

الشراب الطهور من مولد وسيرة بدر البدور صلى الله عليه وآله وسلم

صلاح الأسرة ودور الأبوين في التربية

الضياء اللامع بذكر مولد النبي الشافع

فيض الإمداد من خطب الجمعة والكسوفين والاستسقاء والأعياد
الجزء الأول

قبس النور المبين من إحياء علوم الدين

كتاب خُلُقنا 

ماهية التصوف وسمات أهله

مختار الحديث الشريف من شفاء السقيم للمبتدئين


Khasanah Pustaka Nusantara (Khastara)
Penyedia: Perpustakaan Nasional RI
Pranala: http://khastara.perpusnas.go.id/web/search/grid 
Deskripsi: Menyediakan versi digital manuskrip-manuskrip yang disimpan di Perpustakaan Nasional RI
Petunjuk: pilih jenis bahan ‘naskah kuno’ dan cari judul yang diinginkan atau langsung browsing.
Referensi: Behrend, T. E., ed. 1998. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia: katalog induk naskah-naskah Nusantara jilid 4. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia : Ecole Française D’Extreme Orient.

Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA)
Penyedia: PPIM UIN Jakarta dan CSMC University of Hamburg
Pranala: http://dreamsea.co/ 
Deskripsi: Menyediakan versi digital manuskrip-manuskrip koleksi masyarakat Asia Tenggara
Petunjuk: Pilih menu “Repository”, klik “Manuscripts” pada kotak hijau. Temukan manuskrip yang ingin Anda cari.

Manuskrip Nusantara
Penyedia: Puslitbang Lektur, Kementerian Agama RI
Pranala: https://lektur.kemenag.go.id/manuskrip/ 
Deskripsi: Menyediakan versi digital manuskrip keagamaan koleksi masyarakat Indonesia
Petunjuk: Temukan profil pemilik manuskrip pada menu “kegiatan”. Temukan manuskrip yang Anda cari pada menu “koleksi”.

Database of Southeast Asian Mushafs
Penyedia: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran, Kementerian Agama RI
Pranala: https://seamushaf.kemenag.go.id 
Deskripsi: Menyediakan berbagai informasi mengenai manuskrip mushaf di Asia Tenggara
Petunjuk: Klik “telusuri” untuk mencari manuskrip yang dituju. Klik “Riset” untuk menelusuri penelitian-penelitian terkait manuskrip mushaf.

Endangered Archives Programme (EAP)
Penyedia: The British Library
Pranala: https://eap.bl.uk/ 
Deskripsi: Menyediakan manuskrip digital koleksi masyarakat dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Petunjuk: Klik “Explore the Archives”. Klik “Project Country > Indonesia” pada bilah menu sebelah kiri untuk memfilter manuskrip dari Indonesia.

Digital Collections, University of Leiden
Penyedia: Perpustakaan Universitas Leiden, Belanda
Pranala: https://digitalcollections.universiteitleiden.nl 
Deskripsi: Terdapat setidaknya 12,578 manuskrip digital yang berasal dari Indonesia
Petunjuk: Pilih “All collections”, lalu klik tombol search. Pada bilah menu sebelah kiri, klik “Indonesia” pada menu “Country”. Selanjutnya, Anda bisa memfilter kembali sesuai dengan bahasa yang dituju.
Referensi:
Pigeaud, Théodore G. Th. 1967-1980. Literature of Java: Catalogue Raisonné of Javanese Manuscripts in the Library of the University of Leiden and Other Public Collections in the Netherlands. 4 jil.
Wieringa, E.P. 1998. Catalogue of Malay and Minangkabau Manuscripts in the Library of Leiden University and Other Collections in the Netherlands. Vol. 1: Comprising the Acquisitions of Malay Manuscripts in Leiden University Library up to the Year 1896. Edited by Joan de Lijster-Streef and Jan Just Witkam. Codices Manuscripti 25. Leiden: Legatum Warnerianum in Leiden University Library.
———. 2007. Catalogue of Malay and Minangkabau Manuscripts in the Library of Leiden University and Other Collections in the Netherlands. Vol. 2: Comprising the H.N. van Der Tuuk Bequest Acquired by the Leiden University Library in 1896. Codices Manuscripti 40. Leiden: University Library.

The British Library
Pranala: http://www.bl.uk/blogs/ 
Deskripsi: Menyediakan manuskrip digital dari Indonesia khususnya Jawa, Melayu, dan Bugis
Petunjuk: Scroll ke bawah. Pilih “Asian and African Studies”. Pada bilah menu, klik kategori manuskrip sesuai keinginan Anda.
Referensi:
Ricklefs, M.C., and P. Voorhoeve. 1977. Indonesian Manuscripts in Great Britain: A Catalogue of Manuscripts in Indonesian Languages in British Public Collections. London Oriental Bibliographies 5. Oxford: Oxford University Press.

Orient Digital
Penyedia: Staatsbibliothek Berlin
Pranala: http://orient-digital.staatsbibliothek-berlin.de/content/index.xml 
Deskripsi: Menyimpan terutama naskah Jawa, Bali, dan Batak, tapi juga melayu.
Petunjuk: pilih menu ‘manuscript’ lalu klik submenu ‘search form’, setelah itu, pilih bahasa yang kamu inginkan.
Referensi:
Pigeaud, Th. 1975. Javanese and Balinese Manuscripts and Some Codices Written in Related Idioms Spoken in Java and Bali: Descriptive Catalogue. Orientalische Handschriften in Deutschland 31.

Bibliothèque nationale de France (Paris)
Pranala: https://gallica.bnf.fr 
Deskripsi: Terdapat naskah Melayu, Jawa Kuno, Bali dan Jawa.
Petunjuk: cari menggunakan kata kunci ‘Malayo-polinésien’
Referensi:
Cabaton, A. 1912. Catalogue sommaire des manuscrits indiens, indo-chinois et malayo-polynésiens. Paris: Leroux. BibliothèqueNationale. Département des Manuscrits.
Katalog Manuskrip Melayu di Perancis [oleh Siti Mariani Omar], Kuala Lumpur: PNM, VIII-208 hlm. (Siri Bibliografi Manuskrip, No. 9).
Voorhoeve P. 1973. “Les manuscrits malais de la Bibliothèque Nationalede Paris.” Archipel 6, hlm. 42-80.

Repositori Digital
Penyedia: Perpustakaan Negara Malaysia
Pranala: https://myrepositori.pnm.gov.my/handle/1/26 
Deskripsi: Mengandung sekitar 500 naskah Melayu.

School of Oriental and African Studies (SOAS)
Penyedia: SOAS, University of London
Pranala: https://digital.soas.ac.uk//tree/ 
Deskripsi: Menyediakan versi digital manuskrip dari seluruh dunia yang disimpan di SOAS
Petunjuk: Scroll sampai ke bawah, temukan link “Indonesia Collection at SOAS”
Referensi:
Ricklefs, M.C., and P. Voorhoeve. 1977. Indonesian Manuscripts in Great Britain: A Catalogue of Manuscripts in Indonesian Languages in British Public Collections. London Oriental Bibliographies 5. Oxford: Oxford University Press.

Royal Asiatic Society
Pranala: https://royalasiaticcollections.org
Deskripsi: Menyediakan manuskrip Melayu dan Jawa peninggalan Farquhar, Maxwell, dan Raffless
Petunjuk: Klik menu “Manuscripts” dan Submenu “Malay Manuscripts”.
Referensi:
Ricklefs, M.C., and P. Voorhoeve. 1977. Indonesian Manuscripts in Great Britain: A Catalogue of Manuscripts in Indonesian Languages in British Public Collections. London Oriental Bibliographies 5. Oxford: Oxford University Press.

Daiber Collection Database
Penyedia: University of Tokyo
Pranala: http://ricasdb.ioc.u-tokyo.ac.jp/daiber/db_index_eng.html 
Deskripsi: Menyediakan manuskrip digital berbahasa Arab
Petunjuk: Klik “Classified Order” untuk melihat manuskrip berdasarkan kategori keilmuan. “By title” sesuai judulnya. “By author” sesuai pengarangnya.

Thesaurus of Indonesian Islamic Manuscript
Penyedia: Kementerian Agama RI dan PPIM UIN Jakarta
Pranala: https://lektur.kemenag.go.id/naskah/ 
Deskripsi: Menyediakan informasi mengenai hasil penelitian terkait manuskrip Islam Indonesia


Malay Concordance Project
Program yang menghimpun teks-teks Melayu, mendeteksi kemunculan suatu kata dalam setiap teks.
Link: http://mcp.anu.edu.au/

Sastra Jawa Digital
Website yang berisi beragam teks Jawa digital.
Link: https://www.sastra.org/

The Islamic Manuscript Association (TIMA)
Link: http://www.islamicmanuscript.org/home.aspx

Jurnal Archipel
Jurnal interdisiplin tentang Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Brunei dan Timor Leste. Terbit sejak 1971, dengan fokus kajian humaniora.
Link: http://www.revue-archipel.fr/index_en.html

Indonesia and the Malay World
Sebuah jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah tentang Indonesia dan dunia Melayu,yang terbit tiga kali dalam satu tahun.
Link: http://www.tandfonline.com/toc/cimw20/current

Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde / Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia
Link: http://booksandjournals.brillonline.com/content/journals/22134379

Javanese Documents Online
The Javanese Documents Online (JVDO) is an online concordance of Javanese texts. JVDO makes use of texts from published materials based on various sources of pre-modern Javanese written text, including inscriptions, lontar and paper manuscripts both in Old and Modern Javanese. The aims of JVDO are to make texts in Javanese and Old Javanese languages available online for research, and to promote Javanese and Old Javanese studies, including literature, culture and history. JVDO is managed by a voluntary research community consisting of Yumi Sugahara (Osaka University), Koji Miyazaki (Tokyo University of Foreign Studies) and Toru Aoyama (Tokyo University of Foreign Studies), Willem van der Molen (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde/KITLV) and Oman Fathurahman (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah).
Link: https://jvdo.aa-ken.jp/index.html

Centre for the Study of Manuscript Cultures (CSMC)
Link: https://www.manuscript-cultures.uni-hamburg.de/mom/2017_06_mom_e.html

Manuskrip Nusantara Mindanao
Link: https://digital-archives.sophia.ac.jp/repository/view/repository/00000034524

Pustaka Lajnah Kementerian Agama
https://pustakalajnah.kemenag.go.id/

Library of Congress 
(William Farquhar Correspondence Collection)

The Southeast Asian Rare Book Collection of the Asian Division of the Library of Congress has a unique and important collection of forty-six Malay letters written in the Jawi script—an adaptation of the Arabic script for writing the Malay language. This correspondence is mainly from Malay kings and notables to William Farquhar (1744-1839), a key figure in the founding of modern Singapore. William Farquhar arrived in Melaka in 1795 and went on to serve as the British Commandant (a military role) of that port city starting in 1803, and subsequently as British Resident and Commandant (civilian and military leader) from 1813 to 1818. After more than two decades in the port city of Melaka—during which Farquhar forged close relationships with influential Malay leaders and local society—Farquhar was appointed Resident of Singapore. He held this post from 1819 to 1823, and was instrumental in leveraging his relationships with Malay rulers for the success of the British East India Company's enterprise in Singapore. The letters in this collection speak to this dynamic. Beyond this, the letters also showcase examples of original nineteenth-century Malay letter-writing.

Link: https://www.loc.gov/collections/william-farquhar-correspondence/about-this-collection

SUBSCRIBE & FOLLOW