Klaster Riset Interaksi, Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan Sosial, Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia menyelenggarakan webinar bertajuk “Digital Humanities dalam Penelitian Lingkungan Berbasis Naskah Kuno” pada 8 September 2021. Acara ini diselenggarakan dalam rangka program pengabdian masyarakat yang diinisiasi dengan dukungan pendanaan dari Sekolah Ilmu Lingkungan dan salah satu luarannya berupa penguatan website khusus kajian naskah kuno dan aplikasi skriptoria yang mengkhususkan pada kajian dan digitalisasi naskah kuno yang dapat bermanfaat untuk masyarakat luas 

 

Dr. Herdis Herdiansyah selaku ketua program pengabdian masyarakat ini menyatakan bahwa, “Menjaga lingkungan hidup menjadi usaha manusia yang berkelanjutan. Usaha-usaha tersebut tersimpan dalam berbagai bentuk kebudayaan, salah satunya naskah kuno. Penelitian lingkungan berdasar data naskah kuno penting dilakukan sebagai alternatif dalam memecahkan permasalahan lingkungan. Program ini mendorong terciptanya kolaborasi antara studi lingkungan, kajian naskah kuno dan disiplin ilmu lainnya dengan semangat gotong royong.”

 

Kreatifitas tulisan tangan dan dinamika kehidupan manusia di masa lampau yang tersimpan dalam naskah kuno menjadi alternatif untuk memecahkan permasalahan pada masa kini. Permasalahan lingkungan yang berdampak pada berbagai sektor dalam kehidupan memberikan tantangan tersendiri. Lingkungan tempat manusia hidup menjadi unsur utama yang harus dijaga. Kajian naskah kuno berupaya menemukan cara manusia menjaga lingkungannya.

 

Salfia Rahmawati, MA, selaku narasumber dalam webinar ini menjelaskan bahwa, “Digital Humanities sebagai suatu konsep metodologis maupun praktis yang berkembang di masyarakat seiring berkembangnya teknologi. Kemunculan internet dan jejaring dunia maya membuat praktek kajian humaniora lebih kompleks terutama dalam pemanfaatannya.Sseiring berkembangnya waktu, naskah kuno diadaptasikan dengan teknologi dalam upaya digitalisasi yang dilakukan oleh berbagai lembaga..” 

 

Pada masa pandemi, akses terhadap naskah kuno terbatas. Digital Humanities menjadi alternatif penelitian naskah kuno guna menemukan solusi terhadap permasalahan lingkungan. Skriptoria menghimpun dan menyediakan akses terhadap berbagai situs penyedia naskah kuno digital di berbagai tempat, baik dalam maupun luar negeri. Hal ini diharapkan memberikan kemudahan bagi pengkaji dan pemerhati naskah kuno selama pembatasan sosial.

 

Ardiansyah BS, mahasiswa pascasarjana filologi Universitas Indonesia, selaku tenaga pengabdi menjelaskan bahwa, “Luaran dari agenda ini rencananya akan terus dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Masyarakat akan dilibatkan dalam menemukan, menjaga dan melestarikan naskah kuno. Selanjutnya, fitur yang disediakan Skriptoria nantinya tidak hanya akses terhadap naskah-naskah digital, melainkan juga pengenalan aksara, kajian tematik, kriya, dan hasil dari penelitian lingkungan kolaboratif berbasis naskah kuno,”

 

Aktivitas dan kegiatan klaster ini bisa diakses melalui website www.social.sil.ui.ac.id. Program ini mendorong semangat kolaborasi antarsektor dalam penelitian lingkungan dengan paradigma sosial, dan program pengabdian masyarakat kali ini tentang penggunaan naskah kuno dan penelitian bidang lingkungan serta sektor lain yang beririsan. 


 

 


 


 



 


 



 


 



HADIR & IKUTILAH . . . . . !

 

The 20th AICIS 2021

Annual Islamic Conference on Islamic Studies

 

🗓️ Wednesday, Oct 27th 

🕤 15.30 - 17.30 WIB

 

💻 Panel 38

📝  intip.in/P38aicis2021

 

دياليكتيكية النصوص الدينية وأثرها في التحول الاجتماعي: نموذج إندونيسيا وإفريقيا الجنوبية

 

(Dialektika Naskah Keagamaan dan Dampaknya Terhadap Transformasi Sosial: Model Indonesia dan Afrika Selatan)

 

[Chair]

👨🏻🎓 Abdul Mustaqim

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga 

 


[Panelist]

🎙 Sahal Mahfudh

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

 

التّحليل النّقدي للخطاب في النّصوص الدّينية الڤيكونيّة وآثارها في تغيّر المجتمع بجاوى في القرن ٢٠-٢١

(Analisis Wacana Kritis terhadap Teks-teks Keagamaan Pegon dan Pengaruhnya terhadap Perubahan Masyarakat Jawa di Abad 20-21)

 

🎙 Achmad Fathurrohman Rustandi

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

 

The Influence of the Handwritten Muṣḥaf of the Tuan Guru Abdullah ibn Qadi Abdussalam in Fighting Colonialism in South Africa

(Pengaruh Muṣḥaf Tulisan Tangan Tuan Guru Abdullah ibn Qadi Abdussalam dalam Memerangi Kolonialisme di Afrika Selatan)

 

🎙 Ardiansyah Bagus Suryanto

Universitas Indonesia

 

Miasma and Spiritualism in Cerita Gempa Manuscript: Disaster Semiotic Analysis of Earthquake

(Miasma dan Spiritualisme dalam Naskah Cerita Gempa: Analisis Semiotika Bencana Gempa Bumi)

 

🎙 Mohammad Rofiqi

Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

 

الطقوس في قراءة الدعاء "روكات روجونج" بمادورا

(التحليل الاستقبالي نحو مخطوطة "روكات روجونج" لكياهي محمد علوي ستراوي)

(Ritual Membaca Doa "Rokat Rojung" di Madura: Analisis Reseptif terhadap naskah “Rokat Rojung” karya Kiai Muhammad Alawi Satrawi)

 

Yuk, daftarkan diri Anda!

intip.in/P38aicis2021

 

📱@AICIS.CONFERENCE

️ AICIS TV

🌐 https://aicis.id

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membacakan doa pada HUT ke-76 RI di Jakarta. (Foto Istimewa)

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ya Allah ya Tuhan kami,

Wahai Keindahan yang menciptakan sendiri segala yang indah,

Wahai Pencipta yang melimpahkan sendiri segala anugerah

Wahai Maha Pemurah yang telah menganugerahi

kami negeri sangat indah dan bangsa yang menyukai keindahan,

 

Ya Allah yang telah memberi kami kemerdekaan yang indah,

Demi nama-nama agung-Mu yang Maha Indah

Demi sifat-sifat suci-Mu yang Maha Indah

Demi ciptaan-ciptaan-Mu yang serba indah

Anugerahilah kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bangsa kami

kepekaan menangkap dan mensyukuri keindahan anugerah-Mu.

Keindahan merdeka dan kemerdekaan

Keindahan hidup dan kehidupan

Keindahan manusia dan kemanusiaan

Keindahan kerja dan pekerjaan

Keindahan sederhana dan kesederhanaan

Keindahan kasih sayang dan saling menyayang

Keindahan kebijaksanaan dan keadilan

Keindahan rasa malu dan tahu diri

Keindahan hak dan kerendahan hati

Keindahan tanggung jawab dan harga diri

 

Anugerahilah kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bangsa kami

kemampuan mensyukuri nikmat anugerah-Mu

dalam sikap-sikap indah yang Engkau ridlai

Selamatkanlah jiwa-jiwa kami

dari noda-noda yang mencoreng keindahan martabat kami

Pimpinlah kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bangsa kami

ke jalan indah menuju cita-cita indah kemerdekaan kami

Kuatkanlah lahir batin kami

untuk melawan godaan keindahan-keindahan imitasi

yang menyeret diri-diri kami dari keindahan sejati

kemanusiaan dan kemerdekaan kami

Merdekakanlah kami dari belenggu penjajahan apa saja

selain penjajahanMu

termasuk penjajahan diri kami sendiri

Kokohkanlah jiwa raga kami

untuk menjaga keindahan negeri kami.

 

Ya Malikal Mulki Ya Allah yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa

Jangan kuasakan atas kami --karena dosa-dosa kami--

penguasa-penguasa yang tak takut kepada-Mu

dan tak mempunyai belas kasihan kepada kami.

Anugerahilah bangsa kami pemimpin yang hatinya

penuh dengan keindahan cahaya kasih sayang-Mu

sehingga kasih sayangnya melimpahruahi rakyatnya

Jangan Engkau berikan kepada kami pemimpin

Yang merupakan isyarat kemurkaanMu atas bangsa kami

 

Wahai Maha Cahya di atas segala cahya

Pancarkanlah cahya-Mu di mata dan pandangan kami

Pancarkanlah cahya-Mu di telinga dan pendengaran kami

Pancarkanlah cahya-Mu di mulut dan perkataan kami

Pancarkanlah cahya-Mu di hati dan keyakinan kami

Pancarkanlah cahya-Mu di pikiran dan sikap kami

Pancarkanlah cahya-Mu di kanan dan kiri kami

Pancarkanlah cahya-Mu di atas dan bawah kami

Pancarkanlah cahya-Mu di dalam diri kami

Pancarkanlah cahya-Mu, ya Maha Cahya

Agar kami dapat menangkap keindahan ciptaan-Mu dan meresapinya

dapat menangkap keindahan anugerah-Mu dan mensyukurinya

Agar kami dapat menangkap keindahan jalan lurus-Mu dan menurutinya

dapat menangkap keburukan jalan sesat setan dan menghindarinya

 

Pancarkanlah cahya-Mu, ya Maha Cahya

Agar kami dapat menangkap keindahan kebenaran dan mengikutinya

dapat menangkap keburukan kebatilan dan menjauhinya

Agar kami dapat menangkap keindahan kejujuran dan menyerapnya

dapat menangkap keburukan kebohongan dan mewaspadainya

Pancarkanlah cahyaMu, ya Maha Cahya

Sirnakan dan jangan sisakan sekelumit pun kegelapan

di batin kami.

 

Ya Maha Cahya di atas segala cahya

Jangan biarkan sirik dan dengki

hasut dan benci

ujub dan takabur

serakah dan kejam

kebencian dan dendam

dusta dan kemunafikan

gila dunia dan memuja diri

lupa akherat dan takut mati

serta bayang-bayang hitam lainnya

menutup pandangan mata-batin kami

dari keindahan wajah-Mu.

menghalangi kami

mendapatkan kasih-Mu

menghambat sampai kami

kepada-Mu.

 

Ya Allah ya Tuhan yang Maha Pengampun

Ampunilah dosa-dosa kami

Dosa-dosa para pemimpin dan bangsa kami

Ya Allah ya Tuhan kami yang Maha Rahman dan Rahim,

Rahmatilah negeri dan bangsa kami

Merdekakanlah kami dan kabulkanlah doa kami.

Amin.



Buku berjudul Yang Terlupakan Pandemi Influenza 1918 di Hindia Belanda ini ditulis oleh Priyanto Wibowo dkk bermaksud untuk mengungkap kembaliwabah pandemi Influenza 18 dan dampaknya yang telah terjadi di Hindia Belanda. Sebagai negara dengan wilayah yang strategis akan dan tetap rentan terkena dampak pandemi. Penelitian ini menyatakan bahwa negara ini mempunyai berbagai pintu masuk untuk berjangkitnya wabah. 

 

Pemerintah mempunyai peranan penting dalam proses pengambilan kebijakan dalam penanganannya. Pemahaman masyarakat perlu ditingkatkan agar wabah cepat teratasi dan tidak semakin menyebar. Kondisi menyebarnya wabah seakan menjadi sejarah yang berulang. Pada Maret 2009 merebak jenis penyakit baru yang disebut flu babi (Swine Influenza) yang disebabkan virus tipe A dengan subtype H1N1 (A-H1N1/2009).

 

Dalam konteks Indonesia, menyebarnya virus ini memberikan kekhawatiran tersendiri. Wabah yang awalnya menjangkiti ungags ini mulai menyerang manusia. Indonesia tercatat sebagai negara terjangkit paling parah. Dalam upaya pengendalian, pemerintah Indonesia dengan berbagai mitra membangun National InonesiaPandemic Preparedness and Response Plan (Rencana Nasional Kesiapsiagaan dan Respon).

 

Kekhawatiran terkait pandemi influenza yang sedang terjadi, menjadi yang terburuk sepanjang abad XX. Namun sayangnya, penjelasan yang tersedia tentang pandemi influenza 1918 hanya menyinggung tentang apa yang terjadi di Amerika Serikat, Eropa dan negara-negara besar lainnya. Literatur tentang apa yang terjadi di Indonesia (Hindia-Belanda) di tahun 1918 hampir tidak tersedia.

 

Penjelasan historis tentang apa yang terjadi di Hindia Belanda di tahun 1918 sangat diperlukan untuk menjawab beberapa pertanyaan tentang bagaimana manusia mengahadapi pandemic influenza? Perulangan peristiwa selalu terjadi sejak zaman dahulu, termasuk perulangan kemunculan wabah penyakit.

 

Buku Priyanto Wibowo dkkterdiri atas tiga bagian utama. Pada bagian pertama buku ini, peneliti ingin memaparkan pandemi influenza 1918 secara global. Maka, di bab satu peneliti memaparkan awal munculnya influenza 1918 hingga menyebar ke seluruh dunia. Mayoritas peneliti menarik kesimpulan bahwa pandemi influenza 1918 berasal dari Amerika Serikat. Penyebaran penyakit ini ke Eropa seiring dengan pengiriman pasukan Amerika Serikat ke Eropa dalam Perang Dunia I. Tentara Amerika Serikat dengan cepat menulari tantara Perancis dan Inggris hingga masuk ke Spanyol. Namun, negara-negara yang terlibat peperangan melakukan sensor terhadap pemberitaan yang dianggap meruntuhkan moral pasukan.

 

Spanyol sebagai negara netral dalam peperangan tidak melakukan sensor terhadap segala pemberitaan. Wabah ini dipublikasikan pertama kali oleh media pers Spanyol. Sejak saat itu wabah ini dinamakan flu spanyol, bukan flu Amerika, negara yang mencatat korban pertama atau Flu Perancis, sebagai daerah yang pertama kali mencatat merebaknya wabah secara luas.

 

Estimasi jumlah korban akibat pandemi ini diperkirakan antara 20 – 50 juta orang. Penulis mempertanyakan jumlah korban yang begitu besar dengan kondisi dunia waktu itu. Terjadinya peperangan membuat sensus dan pendataan masyarakat tidak berjalan dengan baik. Selain itu fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat belum sebaik saat ini, sehingga data pasien dan penyakit dipastikan tidak akurat.



Kebo Iwa is one of the proud figures of the Balinese people. A Half-light human whose birth is full of mystery. A regent of the Royal Bedahulu who is powerful and commanding. He is a figure who trembles his opponents and makes the kingdom safe in his time of service. This article is intended to reveal the world view of the figure of Kebo Iwa and his strategy in capturing Gadjah Mada. The method used is philological theory and comparative literary with critical-descriptive analysis. The data source are based on Kakawin Kebo Tarunantaka and Kakawin Gadjah Mada. This result of the study that Kebo Iwa’s defeat was not his weakness, but the strengths that made him a hero. Cakrawarti Kebo Iwa’s vision brings peace, making Bali famous throughout the world. Cakrawarti’s vision is needed by every leader. Glory does not always come from victory, but also from loss with visionary view that brought the glory of the next generation. Unduh

 

Nusantara merupakan istilahyang seringkali digunakan untuk menyebut Indonesia. Sejak zaman purba, kawasan kepulauan ini telah mendapatkan banyak nama. Bangsa Cina mencatat dengan nama Nanhai yang bermakna Kepulauan Laut Selatan. Sementara dalam catatan kuno bangsa India berbahasa Sanskerta, terdapat sebutan Dwipantara atau Kepulauan Tanah Seberang.

 

Kata lain yang merujuk pada kepulauan ini ialah Suwarnadwipa yang berarti Pulau Emas. Dalam kisah Ramayana disebutkan Rama mencari Sinta hingga ke Suwarnadwipa di Kepulauan Dwipantara. Selain itu kata ini juga muncul dalam konsep Cakrawala Mandala Dwipantara,yang dicetuskan Kertanegara Raja Singasari. Konsep tersebut dalam rangka menggalang persatuan kerajaan-kerajaan di kepulauan ini menghadapi serangan bangsa Mongol.

 

Baru kemudian kata Nusantara (nusa+antara) populer pada abad ke-14 masa Kerajaan Majapahit, dikutip dalam kitab Perundang-undangan Majapahit,. Istilah yang dipopulerkan oleh Gadjah Mada dalam konteks politik untuk menyebut kawasan kepulauan antara Asia dan Australia. Tercatat sebagai sumpah yang diucapkan ketika upacara pengangkatan Gadjah Mada menjadi Patih Amangkubumi Majapahit. 

 

Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring gurun, ring Seran, tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, Samana isun amukti palapa. Spirit yang dikenang sebagai Sumpah Palapa dan Nusantara dikenal sebagai wilayah strategis di wilayah tenggara benua Asia. Wilayah yang menghubungkan dua samudera dan benua, persilangan jalur perdagangan yang menjadi titik temu para saudagar. Kawasan ramai yang menjadi tempat interaksi sosial, kerja sama, pertukaran barang sekaligus kebudayaan dari berbagai wilayah. 

 

Saling mempengaruhi menjadi keniscayaan yang tak terhindarkan. Bangsa India sebagai salah satu bangsa yang paling berpengaruh di Nusantara. Agama menjadi faktor penting dalam penyebaran budaya India melalui agama Hindu. Kontak perdagangan menimbulkan banyak pengaruh terhadap kemapanan budaya lokal dengan keberadaan bahasa Sanskerta yang pada mulanya sebagai bahasa niaga.

 

Bahasa Sanskerta digunakan para sejarawan sebagai tanda masuknya Nusantara dalam masa sejarah. Ditemukannya prasasti atau naskah lama yang menggunakan bahasa Sanskerta telah membuktikan adanya interaksi budaya. Peninggalan benda-benda budaya sangat penting dan bernilai, kebudayaan India diwakili oleh bahasa Sanskerta pada benda-benda tersebut. Bahasa yang pada mulanya sebagai bahasa niaga, bergeser menjadi bahasa agama dalam kitab suci. Menurut Collins, bahasa Sanskerta telah menjadi bahasa sakral yang hanya digunakan dalam upacara dan penulisan teks-teks agama (Collins, 2009: 110).

 

Nusantara dikenal sebagai pusat pengajaran bahasa Sanskerta dan agama Buddha. Sejak abad ke-7, Nusantara menjadi poros utama para penganut agama Buddha dalam menyalin naskah-naskah suci. Agama Buddha mengutamakan penggunaan bahasa Sanskerta dalam penulisan teks keagamaan dan upacara-upacara suci. Hal ini menjadi penting untuk diperhatikan sebagai fenomena yang telah terjadi sejak ratusan tahun.

 

Bahasa Sanskerta pada masa tersebut merupakan bahasa internasional. Popularitasnya memperlihatkan kemapanan peradaban Melayu. William Marsden dianggap sebagai pelopor dalam mendokumentasikan jejak-jejak pengaruh bahasa Sanskerta. Ketekunannya dalam menyusun kamus yang dilengkapi dalam catatan etimologis mengenai kata-kata dalam bahasa Melayu yang diserap dari bahasa Sanskerta dianggap sebagai karya terbaik abad ke-19, kemudian diikuti oleh para sarjana lainnya. (Collins, 2009: 37). Kajian tentang pengaruh bahasa Sanskerta terhadap bahasa Melayu dapat dilakukan dengan meneliti artefak-artefak berupa prasasti maupun naskah lama.

 

Pengaruh Bahasa Sanskerta dalam Prasasti Salimar I

Salimar merupakan tanah pemberian Raja Mataram Kuno Sri Maharaja Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala kepada Hakim dan Eksekutor Hukum Syariat Agama tahun 800 M. Tanah yang berupa hutan ini merupakan hadiah atas jasanya pada kerajaan. Wilayah yang berada dalam kawasan ini daerah otonomi yang mengelola pendapatan sendiri (Swatantra), sehingga Salimar dikenal sebagai tanah perdikan. Raja memberikan tanda keistimewaan berupa patok yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Salimar. Dan hutan Salimar berkembang menjadi pemukiman penduduk yang kini menjadi daerah Sleman, Yogyakarta.

 

Salimar I merupakan salah satu patok yang menunjukkan keistimewaan kawasan Salimar. Saat ini prasasti Salimar I tersimpan di Museum Nasional Jakarta. Dalam riwayat penelitian, prasasti Salimar I telah dialihaksarakan dan alihbahasakan. Berikut adalah hasil alih aksara dan alih bahasa tersebut:

Swasti śakawaŕşātīta 804 kartika masa trtīya śuklapakşa 

mawulu pahiŋ soma wāra tatkāla sāŋ pamgat balakas

pu balahara manusuk simaiŋ alasiŋ salima lakan

ikanaŋ lmah ramanta I kanding gusti si daisi patih si

pinul si I ir kalima sir aka si tankir bu gusti

iŋ buan  lu si pupul parujar si panamuan si mala partaya saŋ

pi si tiruan wariga galah si t ir hular si hi si 

haburu si ma(Anugerah Si Maharaja)

 

Selamat tahun Saka yang telah berlalu 804 (tahun), hari Senin Pahing, paringkelan Mawulu, tanggal 3 paroterang bulan Karttika ketika Sang Pamgat Balakas yaitu Pu Balahara membatasi simadi hutan di desa Salimar, diberi tanah oleh Kepala desa di Kanding pejabat Kalima yaitu Si raka, Si si Tangkir bu pejabat Gusti di Buanglu bernama Si Pupul. Juru bicara (parujar) yaitu Si Panamuan, Si Mula, pejabat Partaya bernama Sang Pi Si Tiruan pejabat Wariga galuh yaitu Si T ir pejabat Hulair yaitu Si hi, si pejabat (Tu) haburu yaitu Si Ma.

 

Berikut adalah pengaruh bahasa Sanskerta yang terdapat dalam Salimar I:

Baris Ke-

Pengaruh Sanskerta

1

1.    Swasti =su+asti

Artinya: keadaan baik, keberuntungan, sukses, selamat, seuran

2.    śakawarṣātīta= śaka (nama tahun) + warṣa (tahun) + atīta (akar kata ī = telah pergi) = tahun Śaka telah lewat) 804 

3.    kartikamāsa = Kartika (nama bulan) + māsa (bulan) = bulan kartika

4.    tŗtīya = kata bilangan urutan = ke tiga

5.    Śuklapakṣa = śukla (terang) + pakṣa (paro) = paro terang, yaitu antara tanggal 1-15 tiap bulan.

2

1.    Somawāra = soma+wāra

2.    tatkāla

3

1.    Sīma (dari kata sansk sīman = batas)

 

Berdasarkan table di atas, dapat dilihat pengaruh bahasa Sanskerta dalam Prasasti Salimar I sebanyak 8 kata. Apabila dibandingkan keseluruhan kata yang tertulis dalam prasasti tersebut dengan penggunaan bahasa Melayu yang mencapai 68 kata, maka prosentase penggunaan kosakata Sanskerta dalam Prasasti Salimar I mencapai 0,12 %. 

 

Daftar Pustaka

Basaina, Safira. (2010). Perkembangan Pengaruh Kata-kata Sanskerta dalam Prasasti-prasasti Berbahasa Melayu Kuna di Sumatra Pada Abad ke-7 Hingga ke-10 Masehi. Skripsi. Depok: Universitas Indonesia.

Soebadio, Haryati. (1983). Tatabahasa Sanskerta Ringkas.JakartaDjambatan.

Macdonell, Arthur Anthony. (1954). A Practical Sanskrit Dictionary. London: Oxford University Press.

Collins, James T. (2011).Bahasa Sanskerta dan bahasa Melayu. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Wurjantoro, Edhie (2018). Anugerah Sri Maharaja, Departemen Arkeologi FIB-UI, Depok

SUBSCRIBE & FOLLOW