Menyampaikan Pengetahuan Kepada Masyarakat: Delivering Science to Society

/ 21:10

 



¨    Akademisi mengirimkan artikel berisi gagasan utama dan garis besar dengan prinsip ABC: Accurate, Brief, Clear.

¨    Editor dan akademisi menyetujui rancangan

¨    Penulis menulis draf artikel 800 kata berdasarkan rancangan dan mengirimkannya ke editor 1

¨    Editor 1 mengedit dan mengirim masukan ke penulis

¨    Penulis merevisi artikel dan mengirim kembali ke editor 1

¨    Editor 1 mengirim artikel 2 untuk menyalin selera

¨    Editor 1 meminta persetujuan penulis untuk menerbitkan artikel 

 

7 Langkah Menulis Artikel Populer

-       Menentukan fokus ide pertama

-       Mencari cantolan berita atau peristiwa

-       Menyusun outline tulisan

-       Menggunakan kosa kata dan kalimat yang tepat

-       Memilih contoh, data dan rujukan relevan dan akurat

-       Panjang artikel sesuai yang telah ditentukan

 

4 Sumber Ide Utama Untuk Menulis Artikel Op-Ed Ilmiah

·      Hasil riset/program sendiri

·      Studi orang lain

·      Berita dari media kredibel

·      Laporan lembaga public nasional, regional dan global

 

3 Hal yang Harus Diperhatikan Oleh Penulis

Ø  Segmen pembaca

Ø  Jenis artikel

Ø  Karakter media

 

Tips Untuk Memverifikasi dan Menyajikan Data Pendukung

o   Data argumen, jurnal ilmiah yang melalui peer review berkualitas, buku teori

o   Data statistik: indeks global, laporan dari organisasi kredibel, dst

o   Jabarkan sumbernya “… penelitian tahun X dari Universitas X …”, “berdasarkan argument Noam Chomsky, filsuf dan professor ilmu bahasa di X.”

 

Saran Redaksional

§  Upayakan bisa dibaca lulusan SMA (16 tahun), jangan asumsikan pembaca menguasai bidangmu! Bahasanya sederhana saja, jelaskan istilah teknis jika ada, to the point.

§  Buat artikelnya tidak melelahkan untuk dibaca, kurang lebih 800-900 kata dengan paragraph ramping.

§  Perhatikan hak cipta

 

Waktu yang Pas Untuk Mengirim Artikel

è Saat ada cantolan berita terkini

è Ada kontroversi di masyarakat dan butuh penjelasan

è Saat ada riset baru dipublikasikan

è Saat riset Anda selesai

è Punya sudut pandang berbeda tentang suatu masalah

 

5 Masalah Umum Tulisan DItolak Editor

Ø  Ide utamanya tidak atau kurang jelas

Ø  Tulisan kurang menarik dan kurang penting

Ø  Tulisan kurang actual atau kurang relevan

Ø  Terlalu detail dan teknikal

Ø  Bahasanya terlalu ilmiah akademik

Program OPEN menawarkan Massive Open Online Courses (MOOCs) gratis, yang terbuka untuk jumlah peserta yang tidak terbatas. Beberapa MOOCs dalam waktu 5 minggu, dan beberapa lebih lama. Harap hati-hati membaca deskripsi kursus untuk masing-masing. Setiap MOOC didahului oleh modul orientasi opsional. Klik tautan pendaftaran biru di bawah ini untuk informasi lebih lanjut tentang setiap kursus, dan untuk mendaftar. Selengkapnya OPEN MOOCs

 

Klaster Riset Interaksi, Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan Sosial, Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia menyelenggarakan webinar bertajuk “Digital Humanities dalam Penelitian Lingkungan Berbasis Naskah Kuno” pada 8 September 2021. Acara ini diselenggarakan dalam rangka program pengabdian masyarakat yang diinisiasi dengan dukungan pendanaan dari Sekolah Ilmu Lingkungan dan salah satu luarannya berupa penguatan website khusus kajian naskah kuno dan aplikasi skriptoria yang mengkhususkan pada kajian dan digitalisasi naskah kuno yang dapat bermanfaat untuk masyarakat luas 

 

Dr. Herdis Herdiansyah selaku ketua program pengabdian masyarakat ini menyatakan bahwa, “Menjaga lingkungan hidup menjadi usaha manusia yang berkelanjutan. Usaha-usaha tersebut tersimpan dalam berbagai bentuk kebudayaan, salah satunya naskah kuno. Penelitian lingkungan berdasar data naskah kuno penting dilakukan sebagai alternatif dalam memecahkan permasalahan lingkungan. Program ini mendorong terciptanya kolaborasi antara studi lingkungan, kajian naskah kuno dan disiplin ilmu lainnya dengan semangat gotong royong.”

 

Kreatifitas tulisan tangan dan dinamika kehidupan manusia di masa lampau yang tersimpan dalam naskah kuno menjadi alternatif untuk memecahkan permasalahan pada masa kini. Permasalahan lingkungan yang berdampak pada berbagai sektor dalam kehidupan memberikan tantangan tersendiri. Lingkungan tempat manusia hidup menjadi unsur utama yang harus dijaga. Kajian naskah kuno berupaya menemukan cara manusia menjaga lingkungannya.

 

Salfia Rahmawati, MA, selaku narasumber dalam webinar ini menjelaskan bahwa, “Digital Humanities sebagai suatu konsep metodologis maupun praktis yang berkembang di masyarakat seiring berkembangnya teknologi. Kemunculan internet dan jejaring dunia maya membuat praktek kajian humaniora lebih kompleks terutama dalam pemanfaatannya.Sseiring berkembangnya waktu, naskah kuno diadaptasikan dengan teknologi dalam upaya digitalisasi yang dilakukan oleh berbagai lembaga..” 

 

Pada masa pandemi, akses terhadap naskah kuno terbatas. Digital Humanities menjadi alternatif penelitian naskah kuno guna menemukan solusi terhadap permasalahan lingkungan. Skriptoria menghimpun dan menyediakan akses terhadap berbagai situs penyedia naskah kuno digital di berbagai tempat, baik dalam maupun luar negeri. Hal ini diharapkan memberikan kemudahan bagi pengkaji dan pemerhati naskah kuno selama pembatasan sosial.

 

Ardiansyah BS, mahasiswa pascasarjana filologi Universitas Indonesia, selaku tenaga pengabdi menjelaskan bahwa, “Luaran dari agenda ini rencananya akan terus dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Masyarakat akan dilibatkan dalam menemukan, menjaga dan melestarikan naskah kuno. Selanjutnya, fitur yang disediakan Skriptoria nantinya tidak hanya akses terhadap naskah-naskah digital, melainkan juga pengenalan aksara, kajian tematik, kriya, dan hasil dari penelitian lingkungan kolaboratif berbasis naskah kuno,”

 

Aktivitas dan kegiatan klaster ini bisa diakses melalui website www.social.sil.ui.ac.id. Program ini mendorong semangat kolaborasi antarsektor dalam penelitian lingkungan dengan paradigma sosial, dan program pengabdian masyarakat kali ini tentang penggunaan naskah kuno dan penelitian bidang lingkungan serta sektor lain yang beririsan. 


 

 


 


SUBSCRIBE & FOLLOW