Training of Trainer (ToT) Peningkatan Kapasitas Tenaga Pendamping Profesional P3PD Regional I Metode Tatap Muka

/ 21:17


Dalam rangka persiapan pelaksanaan peningkatan kapasitas Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) tahun anggaran 2022, Pusat Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia  dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melaksanakan Training of Trainer (ToT) Peningkatan Kapasitas Tenaga Pendamping Profesional P3PD Regional I Metode Tatap Muka. Kegiatan dilaksanakan di Golden Boutique Hotel Kemayoran Jakarta selama lima hari, 1-5 Agustus 2022.

 


ToT Metode Tatap Muka Region 1 diikuti oleh 273 orang peserta yang berasal dari internal dan eksternal Kementerian Desa PDTT. Peserta dari unsur internal terdiri dari unsur Aparatur Sipil Negara, Penggerak Swadaya Masyarakat, TAPM Pusat, Provinsi, dan Kab/Kota, sedangkan unsur eksternal dari pegiat desa yang telah terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan pendamping dan/atau peningkatan kapasitas TPP.

 

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Prof. Dr. Luthfiyah Nurlaela, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Training of Trainer (ToT) bertujuan untuk menyiapkan tim pelatih  yang akan ditugaskan untuk menjadi pelatih pada peningkatan kapasitas PD dan PLD tahun 2022.

 

“Target jumlah PD dan PLD sebanyak 10.990 orang yang tersebar di 148 kabupaten/kota lokus P3PD tahun 2021 dan 2022. ToT saat ini merupakan tahap 1 dari 4 region ToT tatap muka, pembagian ini mempertimbangkan banyaknya jumlah peserta ToT secara keseluruhan, yaitu 1.152 orang.” Terang Prof. Dr. Luthfiyah Nurlaela, M.Pd.

 

Lebih lanjut Kepala BPSDM-PMDDTT menjelaskan,”Peningkatan kapasitas Tenaga Pendamping Profesional tahun 2022 dikemas sebagai pelatihan paradigmatik dengan fokus penegasan citra diri pendamping atas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.”

 

Kegiatan Training of Trainer (ToT) ini dibuka oleh Sekjen Kemendesa PDTT, Taufik Madjid, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa agenda besar Menteri Desa PDTT adalah peningkatan kapasitas pendamping dengan fokus dan lokus pembangunan desa. Inti dari pembangunan ada 2 hal, yaitu: 1) Peningkatan resource desa, 2) Rekognisi kearifan lokal menuju kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

 

“ToT ini menitikberatkan pada citra diri pendamping dan memberikan bekal dalam mendesain pembangunan partisipatif. Hal ini menjadi titik tekan karena Tenaga Pendamping Profesional (TPP) merupakan ‘etalase’ Kementerian Desa PDTT. Desa sebagai sekolah untuk terus belajar” Tutup Taufik Madjid, S.Sos., M.Si.

 

 

 


Dalam rangka persiapan pelaksanaan peningkatan kapasitas Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) tahun anggaran 2022, Pusat Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia  dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melaksanakan Training of Trainer (ToT) Peningkatan Kapasitas Tenaga Pendamping Profesional P3PD Regional I Metode Tatap Muka. Kegiatan dilaksanakan di Golden Boutique Hotel Kemayoran Jakarta selama lima hari, 1-5 Agustus 2022.

 


ToT Metode Tatap Muka Region 1 diikuti oleh 273 orang peserta yang berasal dari internal dan eksternal Kementerian Desa PDTT. Peserta dari unsur internal terdiri dari unsur Aparatur Sipil Negara, Penggerak Swadaya Masyarakat, TAPM Pusat, Provinsi, dan Kab/Kota, sedangkan unsur eksternal dari pegiat desa yang telah terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan pendamping dan/atau peningkatan kapasitas TPP.

 

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Prof. Dr. Luthfiyah Nurlaela, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Training of Trainer (ToT) bertujuan untuk menyiapkan tim pelatih  yang akan ditugaskan untuk menjadi pelatih pada peningkatan kapasitas PD dan PLD tahun 2022.

 

“Target jumlah PD dan PLD sebanyak 10.990 orang yang tersebar di 148 kabupaten/kota lokus P3PD tahun 2021 dan 2022. ToT saat ini merupakan tahap 1 dari 4 region ToT tatap muka, pembagian ini mempertimbangkan banyaknya jumlah peserta ToT secara keseluruhan, yaitu 1.152 orang.” Terang Prof. Dr. Luthfiyah Nurlaela, M.Pd.

 

Lebih lanjut Kepala BPSDM-PMDDTT menjelaskan,”Peningkatan kapasitas Tenaga Pendamping Profesional tahun 2022 dikemas sebagai pelatihan paradigmatik dengan fokus penegasan citra diri pendamping atas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.”

 

Kegiatan Training of Trainer (ToT) ini dibuka oleh Sekjen Kemendesa PDTT, Taufik Madjid, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa agenda besar Menteri Desa PDTT adalah peningkatan kapasitas pendamping dengan fokus dan lokus pembangunan desa. Inti dari pembangunan ada 2 hal, yaitu: 1) Peningkatan resource desa, 2) Rekognisi kearifan lokal menuju kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

 

“ToT ini menitikberatkan pada citra diri pendamping dan memberikan bekal dalam mendesain pembangunan partisipatif. Hal ini menjadi titik tekan karena Tenaga Pendamping Profesional (TPP) merupakan ‘etalase’ Kementerian Desa PDTT. Desa sebagai sekolah untuk terus belajar” Tutup Taufik Madjid, S.Sos., M.Si.

 

 

 

Continue Reading

 

Klaster Riset Interaksi, Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan Sosial, Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia menyelenggarakan webinar bertajuk “Digital Humanities dalam Penelitian Lingkungan Berbasis Naskah Kuno” pada 8 September 2021. Acara ini diselenggarakan dalam rangka program pengabdian masyarakat yang diinisiasi dengan dukungan pendanaan dari Sekolah Ilmu Lingkungan dan salah satu luarannya berupa penguatan website khusus kajian naskah kuno dan aplikasi skriptoria yang mengkhususkan pada kajian dan digitalisasi naskah kuno yang dapat bermanfaat untuk masyarakat luas 

 

Dr. Herdis Herdiansyah selaku ketua program pengabdian masyarakat ini menyatakan bahwa, “Menjaga lingkungan hidup menjadi usaha manusia yang berkelanjutan. Usaha-usaha tersebut tersimpan dalam berbagai bentuk kebudayaan, salah satunya naskah kuno. Penelitian lingkungan berdasar data naskah kuno penting dilakukan sebagai alternatif dalam memecahkan permasalahan lingkungan. Program ini mendorong terciptanya kolaborasi antara studi lingkungan, kajian naskah kuno dan disiplin ilmu lainnya dengan semangat gotong royong.”

 

Kreatifitas tulisan tangan dan dinamika kehidupan manusia di masa lampau yang tersimpan dalam naskah kuno menjadi alternatif untuk memecahkan permasalahan pada masa kini. Permasalahan lingkungan yang berdampak pada berbagai sektor dalam kehidupan memberikan tantangan tersendiri. Lingkungan tempat manusia hidup menjadi unsur utama yang harus dijaga. Kajian naskah kuno berupaya menemukan cara manusia menjaga lingkungannya.

 

Salfia Rahmawati, MA, selaku narasumber dalam webinar ini menjelaskan bahwa, “Digital Humanities sebagai suatu konsep metodologis maupun praktis yang berkembang di masyarakat seiring berkembangnya teknologi. Kemunculan internet dan jejaring dunia maya membuat praktek kajian humaniora lebih kompleks terutama dalam pemanfaatannya.Sseiring berkembangnya waktu, naskah kuno diadaptasikan dengan teknologi dalam upaya digitalisasi yang dilakukan oleh berbagai lembaga..” 

 

Pada masa pandemi, akses terhadap naskah kuno terbatas. Digital Humanities menjadi alternatif penelitian naskah kuno guna menemukan solusi terhadap permasalahan lingkungan. Skriptoria menghimpun dan menyediakan akses terhadap berbagai situs penyedia naskah kuno digital di berbagai tempat, baik dalam maupun luar negeri. Hal ini diharapkan memberikan kemudahan bagi pengkaji dan pemerhati naskah kuno selama pembatasan sosial.

 

Ardiansyah BS, mahasiswa pascasarjana filologi Universitas Indonesia, selaku tenaga pengabdi menjelaskan bahwa, “Luaran dari agenda ini rencananya akan terus dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Masyarakat akan dilibatkan dalam menemukan, menjaga dan melestarikan naskah kuno. Selanjutnya, fitur yang disediakan Skriptoria nantinya tidak hanya akses terhadap naskah-naskah digital, melainkan juga pengenalan aksara, kajian tematik, kriya, dan hasil dari penelitian lingkungan kolaboratif berbasis naskah kuno,”

 

Aktivitas dan kegiatan klaster ini bisa diakses melalui website www.social.sil.ui.ac.id. Program ini mendorong semangat kolaborasi antarsektor dalam penelitian lingkungan dengan paradigma sosial, dan program pengabdian masyarakat kali ini tentang penggunaan naskah kuno dan penelitian bidang lingkungan serta sektor lain yang beririsan. 


 

 


 


 



 

SUBSCRIBE & FOLLOW