Konser Frangkofoni, Datangkan Para Dubes Hidangkan Kuliner Eropa


Frangkofoni merupakan pekan perayaan bahasa Prancis di seluruh dunia yang diadakan setiap tanggal 20 Maret setiap tahunnya. Hari Frankofoni sebagai perayaan keragaman budaya dan kebangsaan yang disatukan oleh bahasa Prancis yang digunakan secara kolektif di lima benua. Lebih dari 320 juta orang menggunakan bahasa Prancis, dari Vanuatu hingga Kanada, dari tepi sungai Loire hingga Kongo dan Mississipi.

Tanggal 20 Maret juga merupakan kesempatan untuk merayakan 88 negara anggota dan pemerintah Organization Internationale de la Francophonie (OIF). Didirikan pada tahun 1970 sebagai organisasi yang terbuka untuk dunia, OIF bekerja untuk perdamaian, demokrasi, HAM dan pelestarian keanekaragaman bahasa dan budaya. Tahun 2024 akan  menandai  babak  baru  bagi  Francophonie  dengan  Konferensi  Tingkat Tinggi (KTT) ke-XIX Francophonie yang diselenggarakan di Prancis, tepatnya Château de Villers Cotterets, tempat diresmikannya Cite internationale de la langue francaise pada tahun 2023. Cite ini ditujukan untuk menjadi tempat bagi para penutur Prancis dari seluruh dunia dapat bertemu dan berkreasi. 

Sesuai dengan cita-cita yang digariskan oleh penulis Senegal Léopold Sédar Senghor: "La Francophonie adalah humanisme integral yang menenun dirinya sendiri di seluruh penjuru bumi". Untuk menghidupkan Francophonie di Indonesia, sekelompok duta besar dari negara-negara anggota OIF, negara mitra dan negara pengamat yang diwakili di Jakarta telah dibentuk.

Pekan Fankofoni 2024 dibuka Senin, 18 Maret di IFI dengan sambutan dari Presiden Grup Duta Besar Negara-Negara Frankofon di Indonesia, penampilan special dari grup paduan suara Prodi Prancis Universitas Indonesia-Chorale CLE-C, dan grup music Rangkai. Dalam rangka acara Semaine de la Francophonie 2024, para mitra diplomatik negara-negara frankofon di Indonesia mengundang seluruh  penutur bahasa Prancis yang bertempat tinggal di Indonesia untuk mengikuti lomba memasak resep masakan dari negara-negara frankofon yang sudah ditentukan, seperti Belgia, Siprus, Prancis, Maroko, dan Swiss.





Semaine de la Francophonie 2024 akan ditutup dengan pidato dari para duta besar negara-negara berbahasa Prancis, penyerahan hadiah untuk para pemenang kompetisi memasak resep Francophonies, dan pertunjukan artistik oleh Les Monsieur Monsieur, grup musik Swiss. Selain itu, akan ada juga stan yang menawarkan kuliner khas dari negara-negara Francophonie, seperti Kanada, Prancis, Maroko, dan sebagainya, yang menggugah selera.

Selain itu, pertunjukan music dari grup band Swiss memukau para pengunjung. Penulis, composer, dan penampil dari Swiss Romandy dan Grison atau Graubunden, Laurent Brunetti dan Mario Pacchioli menyatukan empat bahasa resmi Swiss. Tur menyanyi ini terdiri dari lagu-lagu yang orisinil, populer, penuh dengan melodi, dan menarik perhatian. Dari permainan teatrikal hingga refleksi music, para seniman ini bekerja untuk menawarkan pemahaman penuh tentang lagu-lagu Swiss dan Prancis kepada penonton non-frankofon.

Melalui interpretasi teater yang sederhana dan efektif, kendala pemahaman bahasa terpecahkan dan penonton dibawa oleh kata-kata, emosi, dan energi dari para actor-penampil. Hasilnya, pada setiap pertunjukan, penonton mulai bernyanyi bersama dengan refrain dan melodi yang sudah dikenal. Pertunjukan piano dan suara yang mereka tampilkan untuk menutup Pekan Frankofoni 2024 ini merupakan program seru dan positif yang terus menerus diperbarui, dan hingga saat ini telah memukau para penonton di 27 negara (4 benua) yang mereka temui dan juga para tamu pada acara-acara resmi.

Post a Comment

0 Comments