Sisi Lain Haul Akbar Ponpes Al-Fitrah Kedinding Surabaya 2018


“Kak, ini bermakna apa?” Tanya seorang anak dengan logat Melayu ketika mendengar pujian Tombo Ati selepas adzan maghrib.

Aku memperhatikan dua anak yang kedua matanya menunggu jawaban dariku. Sekilas, wajah kedua anak ini tak ada bedanya dengan anak Indonesia, tapi ternyata di lehernya berkalung identitas dengan bendera Malaysia.

Warga Malaysia, Singapura, Thailand Selatan dan tentu Warga Negara Indonesia dari berbagai provinsi berkumpul di Timur Jawa, Surabaya. Pakaian sama putih dan makan satu talam sebagai wujud persaudaraan. Mengikuti rangkaian acara dan mauidhoh hasanah dari Habib Umar al-hadi bin Hamid al-Jailani dari Makkah Mukarramah.

Bukan hanya para habib, kiai dan ustad, para pemimpin perguruan tinggi juga banyak yang hadir, salah satunya Prof. Dr. M. Nuh, DEA dan Rektor Universitas Brawijaya.

Dekorasi panggung, pencahayaan dan polo koordinasi pada haul tahun semakin luar biasa. Para jamaah putri yang hadir pun tampak beberapa yang bercadar.

Tahun ini saya bertugas sebagai keamanan panggung, bertugas sebagai barikade untuk menjaga panggung agar tidak overload. Di akhir acara, pertemuan dengan 2 orang teman semakin mempelengkap suasana. Selain itu, perkenalan dengan 2 jamaah dari Jawa Tengah “Ngapak” yang baru pertama kali hadir dalam majlis ini, membuat hidup semakin bermakna.






Ponpes Al-Fitrah, Kedinding, Surabaya

21-22 April 2018

No comments:

Post a Comment