S E P I



Senja yang mendadak sepi
Hanya kenangan yang menghantui
Tiada seorang pun yang menemani
Sendiri, dingin, sepi
Tak terdengar lagi canda tawa sahabat
Berjalan mengiringi
Menapaki puncak tertinggi
Berharap kaos kaki merah melindungi

Bagaimanakah nasibnya yang telah pergi
Tak bisa berharap doa suci
Dari keturunan yang menaati
Inikah nasib jomblo sejati
Semoga amalnya mencukupi
Dari jariyah yang telah dia tekuni
Beruntunglah mereka yang menggenapi
Akhlak mulia mengalir tiada henti
Dari putera puteri yang berbakti

Alif Laam Miim
Tiada keraguan dalam kitab suci itu
Semoga cahayanya senantiasa menerangi
Melindungi hingga akhir hayat nanti
Nikmat Tuhan manakah yang masih kau dustai?
Berkah umur yang terkadang lupa kau sadari
Cinta kasih keluarga yang pernah kau lukai
Kesetiaan sahabat yang pernah kau sakiti

Nuun
Demi pena dan apa yang telah mereka tuliskan
Sebuah nama yang telah kau berikan
Banyak hal yang telah kau tunjukkan
Sedikit hal yang bisa kami ambil pelajaran
Perjalanan terakhir yang sangat mengesankan
Tidak ada keraguan dalam berkawan
Dengan self branding yang telah kau ajarkan
Tentu kau selalu tersenyum bersama kawan
Dalam dunia yang tak bisa kami bayangkan

No comments:

Post a Comment