The Big Family of MA Hasyim Asy’ari

Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga. Puisi yang paling bermakna adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga. Selamat pagi kawan, selamat pagi lawan. Mentari hari ini berseri indah. Selamat pagi teman, selamat pagi rekan. Sumpah saksi perkasa, dari kami putra-putri yang siap berbakti.
Suasana berbeda tampak di senin yang cerah ini (14/9). Apa yang berbeda? Seragam. Pada upacara kali ini kostum yang dikenakan siswa tidak seragam khususnya siswa Madrasah Aliyah. Ada apa gerangan? Hari ini tidak ada pelajaran bagi seluruh warga Aliyah. Mulai dari kepala sekolah hingga siswa-siswi berkumpul di Delta Fishing, Prasung, Buduran, Sidoarjo. Acara ini dinamakan kumpul dulur, menurut kepala sekolah.
Keberangkatan dari sekolah ke lokasi tujuan menggunakan kendaraan roda empat yang disebut ‘Kukuruyuk’. Mobil yang dibentuk mirip seperti ayam. Biasa digunakan warga setempat untuk berwisata. Sangat bagus memang acara seperti. Kerekatan emosional sangat diperlukan selain kualitas intelektual. Siswa IPS yang dianggap suka bikin onar pun tampak keahliannya. Sepanjang acara, mereka yang menghibur seluruh warga sekolah.
Mengenai Delta Fishing, merupakan tempat yang tidak asing lagi bagi saya. Ini ketiga kalinya saya mengunjungi tempat ini. Namun sayang sekali, sekarang sedang musim kemarau sehingga airnya sangat sedikit dan kurang bersahabat. Ikan-ikannya banyak yang mengambang tak bernyawa. Situasi seperti itu tidak menyurutkan siswa-siswi untuk mendapatkan ikan. Mereka memancing dan hasilnya pun tidak main-main. Sebagian yang lain bermain-main di arena bermain air yang terletak tidak jauh dari arena pancing. Ketika azan dhuhur berkumandang, semuanya bergegas untuk shalat dan menyantap bekal yang telah dibawanya. Saya bersama teman-teman PPL juga menikmati hidangan makanan yang disediakan oleh guru-guru. Diakhir acara, semuanya mengabadikan momen ini dan kami diwawancarai perihal acara ini.
Menjelang senja, kami bergesar ke pusat kota Sidoarjo. Ceker lapindo, itulah tujuan kami. Makanan ini pernah saya cicipi dengan rasa yang luar biasa pedasnya. Namun, kali ini kami kurang beruntung karena tidak satu pun penjual yang buka. Kami pun merubah tujuan ke bakso mercon. Seperti namanya bakso ini juga luar biasa pedasnya. Bukan dari kuahnya, tetapi dari olahan daging pentol yang dicampus cabai dan dikukus dengan air cabai. Mantap luar biasa . . . ! ! !

No comments:

Post a Comment