Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) melalui devisi pengelolaan alumni menggelar Direktur Cup. Agenda ini rutin diselenggerakan setiap tahun guna menciptakan konektivitas antar-awardee untuk membangun Indonesia. Tahun ini (9-10/11) yang menjadi tuan rumah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tema membangun kebersamaan dalam semangat sportivitas.

Acara dibuka oleh Ratna Prabandari selaku coordinator pengelolaan alumni. “Acara ini sebagai agenda silaturrahmi awardee untuk menjalin kebersamaan dalam membangun Indonesia. Oleh karena itu, siapapun juaranya tidak terlalu penting, yang terpenting adalah kebersamaan,” tuturnya. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, cabang lomba terdiri dari futsal dan bulu tangkis. Futsal terdiri dari 9 tim yang bertanding, sedangkan bula tangkis setiap cabangnya tak sepi dari peminat. Tim Futsal Universitas Indonesia berhasil mengalahkan juara bertahan tim futsal gabungan DIY.

Tim futsal Universitas Indonesia bertemu juara bertahan dalam turnamen ini. Babak penyisihin berhasil mengalahkan juara bertahan dengan skor 4-3. Babak pertama UI tertinggal 1-3, namun berhasil membalikkan kedudukan di babak kedua. Di semi final, undian mempertemukan kembali UI dan DIY. Kedua tim saling mencetak gol, namun di babak kedua UI lebih unggul. Di babak final, UI bertemu dengan UGM, yang merupakan finalis tahun lalu. Bertemu dua kali dengan juara bertahan, membuat tim futsal UI kehabisan tenaga dan kehilangan konsentrasi. Pada akhirnya, UI harus puas menjadi runner up tahun ini.

Penutupan dan penyerahan hadiah dari seluruh perlombaan diserahkan oleh Ratna Prabandari. Beliau kembali menekankan bahwa tujuan diselenggarakannya acara ini sebagai ajang silaturrahmi dan kebersamaan. Beliau menginformasikan bahwa Direktur Cup tahun depan akan diselenggarakan di kota Malang, Jawa Timur.

Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia menggelar seminar nasional naskah dalam kajian antardisiplin pada Era 4.0. Seminar yang dibuat atas beberapa kelompok kecil diskusi dan panel ini berlangsung di FIB UI, Depok, Selasa-Rabu (5-6/11). Kepala Departemen Ilmu Susastra FIB UI Dhita Hapsarani menyampaikan urgensi kajian filologi di era kekinian, terutama dalam kaitannya dengan tren industri 4.0. Padahal, kajian filologi dinilai oleh sebagian orang sudah selesai.

"Kita bersyukur kepada tuhan atas kesempatan waktu yang diberikan untuk seminar dua hari ini. Terima kasih kepada Ibu Ikram yang terus bergairah dalam berbagi ilmu. Konon filologi tidak banyak peminatnya, tetapi kita tahu betapa pentingnya ilmu itu," kata Dhita dalam pembukaan seminar di auditorium Gedung I FIB UI.

Ia menambahkan bahwa revolusi industry 4.0 berkaitan erat dengan tren teknologi informasi yang ditandai dengan kemudahan dan kecepatan penyampaian informasi. Hal ini berdaya guna bagi kajian filologi terkait digitalisasi dan kegiatan pernaskahan lainnya. "4.0 tren. Memang naskah terkait masa lalu, tetapi pengelolaan, distribusi, dengan penggunaan teknologi informasi terkini," kata Dhita.

Seminar ini diselenggarakan oleh Laboratorium Filologi Departemen Ilmu Susastra Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia, PPKB FIB UI, dan Masyarakat Naskah Nusantara (Manassa). Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Gufron Ali Ibrahim juga menyinggung pendayagunaan teknologi digital untuk kegiatan pernaskahan.

 "Satu hal saja yang sampaikan, seperti yang telah disinggung Kepala Departemen Susastra FIB UI, yaitu bagaimana pemanfaatan teknologi digital oleh akademisi dalam kegiatan pernaskahan di Indonesia," kata Gufron Ali. Manajer Pendidikan FIB UI Nurni Wahyu Wuryandari yang menyampaikan sambutan atas nama Dekan FIB UI mengatakan bahwa dirinya termasuk salah seorang sarjana yang awal-awal sekali memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan pernaskahan Cina kuna.

"Saya asal dari prodi Cina, meneliti naskah Cina kuna yang memuat informasi Nusantara sejak abad kedua sampai abad Dinasti Ching. Saya bersyukur atas pemanfaatan digital. Justru di sini manfaat filolog yang mengangkat catatan masa lalu," kata Nurni di hadapan peserta seminar yang terdiri atas pelbagai bidang dan disiplin.





Sumber: https://www.nu.or.id/


Publishing Talks: Getting Your Work Published in English
http://www.mediafire.com/file/gl19eu6bnv2i4cm/Publishing_Talks.rar/file

SUBSCRIBE & FOLLOW