Sluku-Sluku Bathok (Sunan Kalijaga)


Hidup tidak hanya untuk bekerja, tetapi untuk menikmati kehidupan dengan menyebarkan kemanfaatan. Selalu menjaga kesimbangan fisik dan mental serta kebersihan. Senantiasa mengingat Allah akan membawa kedamaian dalam hati. Kematian datang secara tiba-tiba dan tidak ada seorang pun yang dapat memajukan atau menundanya. Ketika waktu itu datang, kesempatan berbuat baik telah habis. Mereka yang menyia-nyiakan hidupnya berharap dihidupkan kembali, tetapi itu hanya sia-sia. Lakukan kebaikan dari sekarang, sebelum waktu kematian datang.

Life is not only to work, but to enjoy it by spreading kindness. Always keep our body and soul pure and balanced. Always remember Allah for it brings peace. Death come unpredictably, and nobody can advance or postpone it. When the time comes, the chance to do good deeds has run out. Those who couldn’t control  themselves when they were still alive wish to be revived, but it’s pointless. Do good deeds from now on before the time of death comes.

Sluku-Sluku Bathok Bathoke Ela Elo
Ayun-ayun kepala, kepalanya geleng-geleng

Si Rama Menyang Solo
Si Bapak pergi ke Solo

Oleh-Olehe Payung Mutho
Oleh-olehnya payung mutho

Mak Jenthit Lololobah
Secara tiba-tiba bergerak

Yen Mati Ora Obah
Orang mati tidak bergerak

Yen Obah Medeni Bocah
Kalau bergerak menakuti orang

Yen Urip Goleko Duwit
Kalau hidup carilah uang

Sluku-Sluku Bathok Bathoke Ela Elo
Artinya:
Hidup tidak boleh dihabiskan hanya untuk bekerja, waktunya istirahat ya istirahat, untuk menjaga jiwa dan raga agar selalu dalam kondisi yang seimbang, bathok atau kepala kita perlu beristirahat untuk memaksimalkan kemampuanya. Dengan berdzikir (ela elo= laa ilaaha ilalloh) mengingat allah, syaraf neuron di otak akan mengendur, ingatlah allah, dengan mengingat-Nya hati menjadi tentram. Usluk fa usluka bathnaka, bathnaka ila Allah.

Si Rama Menyang Solo
Artinya:
Siram (mandilah, bersucilah) menyang (menuju) Solo (Sholat) lalu bersuci dan dirikan Shalat. Menuju jalan kebahagiaan dan keselamatan melalui beragama secara benar. Sharimi Yasluka.

Oleh-Olehe Payung Mutho
Artinya:
Maka kita akan mendapatkan perlindungan (payung) dari Allah. Payung mutho adalah paying jadul dari kertas semen yang sangat besar, biasanya untuk mengiringi keranda jenazah. Laailaha illallah hayun wal mauta.

Mak Jenthit Lololobah
Artinya:
Kematian datangnya tiba-tiba, tak ada yang tahu, tak dapat diprediksi dan tak juga dikira-kira, tak bisa dimajukan dan tak bisa pula dimundurkan. Senantiasa mendekatlah kepada Allah. Mandzalika muqarabah.

Wong Mati Ora Obah
Artinya:
Saat kematian datang, kesempatan beramal hilang. Hidup hingga mati adalah milik Allah. Hayyun wal mauta innalillah.

Yen Obah Medeni Bocah
Artinya:
Banyak jiwa yang rindu untuk kembali pada Allah ingin minta dihidupkan untuk bertaubat, tapi allah tak mengijinkan, jika mayat hidup lagi maka bentuknya pasti menakutkan dan mudhorotnya lebih besar. Mahabbatan mahrajahu taubah.

Yen Urip Goleko Dhuwit
Artinya:
Kesempatan beramal untuk beramal hanya ada di saat sekarang (selagi mampu dan ada waktu) bukan dinanti (ketidakmampuan dan hilangnya kesempatan) tempat beramal hanya di sini (dunia) bukan di sana (akherat), di sana bukan tempat beramal (bercocok tanam) tapi tempat berhasil (panen raya). Yasrifu innal khalaqna insana min dhafiq.

No comments:

Post a Comment