Gundhul-Gundhul Pacul (Sunan Kalijaga)



The other name of the leader is the best servant and leadership is a best service system. Then the best leaders are able to provide the best service so as to prosper the people a lot. Who is the true leader? Anyone capable of assembling diversity becomes something beautiful. Unity in Diversity. Differences are not to be equated, but need to be put together.

Gundhul-gundhul pacul cul
Gundul-gundul cangkul kul

Gembelengan
Congkak

Nyunggi-nyunggi wakul kul
Membawa (di atas kepala) bakul

Gembelengan
Tidak hati-hati

Wakul nggilmpang segane dadi sak latar
Bakul terguling nasinya tumpah sehalaman

Wakul ngglimpang segane dadi sak latar
Bakul terguling nasinya tumpah sehalaman

Tembang ini berisi tentang kehormatan tanpa mahkota. Cara memperolehnya dengan pacul, papat kang ucul, maksudnya melepaskan empat hal dari penyalahgunaan. Menggunakan empat hal itu untuk membebaskan sesama dari kesulitan. Apakah empat hal itu? Mata, hidung, telinga dan mulut. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat, telinga digunakan untuk mendengar nasehat, hidung digunakan untuk mencium kebaikan dan mulut digunakan untuk berkata yang adil.

Pada hakikatnya, seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota, tetapi pembawa pacul untuk mencangkul (mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya). Namun jika pemimpin menyalahgunakan empat hal itu, maka akan berubah sikapnya menjadi gembelengan, congkak, besar kepala dan akan bermain-main dengan wewenangnya.

Sehingga menyebabkan bakul terguling yang melambangkan amanah/kepercayaan dari rakyat terjatuh, akibat sikap sombong saat membawa amanah tersebut. Dan nasinya tumpah sehalaman, melambangkan hasil yang diperoleh menjadi berantakan dan sia-sia, rakyat menjadi terlantar.

No comments:

Post a Comment