Agak Laen (2024) Film Review



Agak Laen menceritakan kisah empat sahabat, Bimo (Adipati Dolken), Sarah (Clara Bernadeth), Anton (Marshanda), dan Goprak (Fico Fachriza), yang bekerja sebagai penjaga rumah hantu di pasar malam. Suatu hari, mereka kedatangan seorang pengunjung yang kaget dan meninggal karena serangan jantung. Kejadian ini membuat mereka panik dan berusaha mencari cara untuk menutupi kematian tersebut.

 

Agak Laen menghadirkan perpaduan unik antara komedi, horor, dan drama. Film ini berhasil menghibur penonton dengan humornya yang segar dan relatable, dipadukan dengan elemen horor yang tidak terlalu seram dan drama yang menyentuh hati.

 

Film Agak Laen disutradarai oleh Muhadkly Acho dan dibintangi oleh Adipati Dolken, Clara Bernadeth, Marshanda, Fico Fachriza, dan banyak lagi. Soundtrack film Agak Laen yang berjudul "Agak Laen" dinyanyikan oleh grup band Maliq & D'Essentials.

 

Film Agak Laen terinspirasi dari pengalaman pribadi sang sutradara, Muhadkly Acho, yang pernah bekerja sebagai penjaga rumah hantu di pasar malam. Awalnya, film ini berjudul "Rumah Hantu Pasar Malam", namun diubah menjadi "Agak Laen" agar lebih menarik dan mudah diingat. Proses syuting film ini memakan waktu selama 24 hari. Film Agak Laen mendapatkan rating 7.0 di IMDb. Film ini mendapatkan nominasi "Film Komedi Terbaik" di Festival Film Indonesia 2023.

 

Sang sutradara, Muhadkly Acho, telah mengkonfirmasi bahwa film ini akan memiliki sekuel. Sinopsismasih belum diketahui secara pasti, namun Acho mengatakan bahwa sekuel ini akan lebih seru dan menegangkan daripada film pertamanya. Diperkirakan akan dirilis pada tahun 2025. Acho juga mengatakan bahwa ia berencana untuk membuat Agak Laen menjadi sebuah trilogi. Hal ini tentu saja menjadi kabar yang dinanti-nantikan oleh para penggemar film Agak Laen.

 

Kelebihan:

  • Humor yang segar dan relatable: Film ini penuh dengan lelucon yang lucu dan mudah dimengerti oleh semua kalangan. Para pemainnya membawakan dialog dengan baik dan chemistry mereka terasa natural.
  • Elemen horor yang tidak terlalu seram: Bagi yang tidak suka film horor, tidak perlu khawatir. Elemen horor di film ini tidak terlalu seram dan lebih banyak digunakan untuk membangun komedi.
  • Drama yang menyentuh hati: Di balik humor dan horornya, film ini juga memiliki cerita yang menyentuh hati tentang persahabatan, keluarga, dan cinta.

 

Kekurangan:

  • Alur cerita yang sedikit predictable: Alur cerita film ini terbilang cukup mudah ditebak dan tidak ada banyak kejutan.
  • Beberapa adegan terasa dipaksakan: Ada beberapa adegan yang terasa dipaksakan dan kurang natural, terutama dalam adegan komedi.
  • Film ini mengandung beberapa adegan yang tidak pantas untuk anak-anak.

 

Secara keseluruhan, Agak Laen adalah film yang menghibur dengan perpaduan komedi, horor, dan drama yang unik. Film ini cocok untuk ditonton bersama keluarga dan teman-teman.

 

Rekomendasi Film Serupa

Jika Anda menyukai film Agak Laen, berikut adalah beberapa film lain yang mungkin Anda sukai:

  • Hantu Rumah Kentang (2012): Film horor komedi klasik Indonesia yang menceritakan tentang sekelompok anak muda yang berlibur di rumah hantu.
  • Rumah Dara (2009): Film horor thriller Indonesia yang terkenal dengan adegannya yang brutal dan menegangkan.
  • Pengabdi Setan (2017): Film horor remake Indonesia yang sukses secara komersial dan kritis.
  • Suzzanna: Bernapas dalam Kubur (2018): Film horor Indonesia yang terinspirasi dari film klasik Suzanna era 80-an.
  • KKN di Desa Penari (2022): Film horor Indonesia yang viral dan menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa.

 

Film-film di atas memiliki beberapa kesamaan dengan Agak Laen, seperti:

  • Perpaduan antara komedi dan horor
  • Cerita yang relatable dengan kehidupan sehari-hari
  • Akting yang baik dari para pemainnya
  • Efek visual yang berkualitas

Post a Comment

0 Comments