Folklor dalam Seni Pertunjukan

PENULIS       : Tim Konservasi Budaya DKJT
CETAKAN     : I/2018
TEBAL           : xvi + 364
UKURAN       : 16 x 25 cm
ISBN             : 978-602-5714-34-5
IDR                : 100 K

Secara sederhana, folklore merupakan suatu bentuk komunikasi antar-generasi dengan cara “titip pesan budaya” dari generasi terdahulu kepada generasi-generasi setelahnya. Folklor adalah kebudayaan yang diwariskan secara turun-temurun secara lisan maupun isyarat.

Karena folklore bersifat tidak tertulis dan juga dampak kemajuan zaman serta perubahan sosio-budaya yang ada di masyarakat, maka keberadaan folklore ini menjadi tersisihkan dan bahkan berpotensi punah. Padahal di balik setiap penciptaan folklore tentu terdapat muatan-muatan yang hendak disampaikan kepada generasi selanjutnya sebagai pelestari budaya.

Folklor berupa cerita rakyat yang mengandung nilai-nilai luhur kearifan local, terkadang tidak dipahami oleh masyarakat kita. Kalaupun cerita rakyat bisa diturunkan kemudian dibukukan sebagai upaya pelestarian budaya, namun nilai-nilai kearifan local yang lebih dalam dan implisit seringkali tidak sampai dipahami dan turut disampaikan ke genarasi selanjutnya. Oleh karenanya, akan terjadi putusnya pemahaman identitas multidimensi suatu masyarakat tertentu tentang dirinya sendiri.

Buku ini adalah upaya untuk mengkaji nilai-nilai kearifan local dan pesan implisit yang terdapat dalam folklore di Jawa Timur. Dengan metode etnografi, penelitian lapangan berupa observasi, wawancara serta tinjauan dokumentasi yang pernah ada, maka kami tim konservasi budaya Dewan Kesenian Jawa Timur menyajikan beberapa folklore yang ada di Jawa Timur yang berkembang dalam seni pertunjukan.

No comments:

Post a Comment