Tidak semua yang baik adalah benar, dan hanya sedikit kebenaran yang berakhir kebaikan. Sebuah pilihan harus didasari dengan analisis yang matang, sehingga dugaan yang muncul sebisa mungkin mendekati kebenaran. Terkadang banyak orang yang terlalu cepat dalam membuat keputusan. Indera sering kali tertutupi oleh tabir yang dibuat oleh diri sendiri. Kebenaran sebagai cahaya Illahi sering kali dimanipulasi untuk mencapai hasrat, keinginan, kepentingan, dan kepuasan diri.

Hasrat, harapan, keinginan, adalah kekuatan penggerak dari seluruh manusia. Setiap langkah menentukan pijakan sebagai batas pembeda. Banyak orang menjalani hidup dan mereka begitu menginginkan banyak hal. Begitulah realitas yang terjadi, keinginan membuat setiap jiwa menembus berbagai hal untuk mengejar apa yang diinginkannya. Pergulatan keinginan dan goresan kepentingan yang lahir dari setiap jiwa menorehkan peristiwa menarik dalam hidup. Namun, apakah setiap manusia mengetahui kemana arah dan langkah kakinya?

Beragam cerita beribu kisah sebagai pengantar dalam menyikapi reinkarnasi peristiwa yang terjadi, menentukan perjalanan hidup manusia. Dari berjuta narasi perjalanan hidup manusia hanya ada dua arah yang akan dilalui setiap manusia, kesulitan dan kemudahan. Banyak manusia yang menginginkan jalan terbaik dalam hidupnya. Namun, mayoritas manusia hanya hidup dalam dunia ide. Keinginan selamanya menjadi angan-angan ketika tidak ada daya upaya dalam mengaktualisasikan setiap potensi yang ada dalam diri. Sungguh kita tidak berdosa untuk bermimpi besar, namun kita menjadi bersalah ketika bangun kemudian tidur lagi untuk melanjutkan mimpi-mimpi itu.

Mengatasi kegalauan dan ketidakpastian tujuan hidup yang membingungkan, setiap manusia harus melangkah dengan pasti agar memperoleh kemerdekaan hidup yang hakiki. Ada dua langkah yang harus dilakukan oleh setiap manusia. Langkah pertama menuju langit, yaitu perjalanan ketauhidan yang dialami oleh setiap manusia. Dan langkah kedua kembali menuju bumi, yaitu perjalanan jati diri. Percaya pada diri sendiri dan percaya bahwa Tuhan berada dalam diri serta percaya bahwa tidak ada satu pun yang mampu menghalangi kehendak Tuhan.

Namun, sampai batas mana setiap manusia mampu melakukan perjalanan tersebut? Ketika langkah pertama tidak mampu dilalui manusia, maka yang terjadi adalah krisis identitas. Who am I? Setiap manusia akan mempertanyakan jati dirinya. Ketika pertanyaan tersebut semakin luntur dan dilupakan, maka sudah dipastikan bahwa manusia tersebut semakin jauh dari sumber kehidupan. Dia tidak tahu apa, mengapa, dan untuk apa dia hidup. Sehingga karakter dan tingkah lakunya membawa kerusakan dan mengkhawatirkan. Na’udzubillah min dzaalik.
Krisis identitas itulah yang menjadikan dunia ini terus bergejolak. Berbagai peristiwa yang terjadi dilatarbelakangi dari ketidakmampuan manusia dalam melakukan langkah pertama. Itulah yang menjadi target utama pihak-pihak yang berencana menguasai dunia. Menghancurkan generasi-generasi muda dengan berbagai doktrin. Tidak heran jika banyak generasi muda ketika masuk dalam dunia kampus, berubah sikap dan tingkah lakunya. Ada juga pemuda yang merelakan dirinya untuk diledakkan.

Lantas, apakah kampus sebagai tempat yang begitu mengerikan? Tentu tidak. Kampus sebagai tempat menempa diri, mengukir prestasi, dan melukiskan kehidupan di lembar sejarah manusia. Namun ketika segala sesuatu harus dikritisi oleh pemuda dengan status mahasiswa, maka yang terjadi adalah penggulingan adat. Tidak semua hal bisa dirasionalkan atau dipertahankan seperti zaman dahulu. Setiap ruang ada tempatnya, setiap masa ada waktunya dan setiap zaman ada tokohnya. Kita harus mempertahankan budaya-budaya lama yang baik dan mengambil budaya-budaya baru yang lebih baik.

Maka untuk menyeimbangkan dan menstabilkan diri, seseorang perlu berdzikir, berpikir dan beramal sholeh, bukan hanya sekali melainkan berkali-kali hingga menjadi sebuah kebiasaan. Seperti halnya permainan poker dalam setiap pertemuan dalam persimpangan pergerakan. Kombinasi dari ketiga unsur tersebut menghasilkan sebuah titik-temu yang mengantarkan ketenangan setiap jiwa dalam setiap geraknya. Tentu dzikir, piker dan amal sholeh dalam rangka melestarikan budaya lama yang baik yaitu sedikit makan, sedikit tidur dan mandi sebelum subuh.


International Day of Peace atau juga dikenal dengan World Peace Day diperingati setiap tanggal 21 September oleh semua negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hari ini didedikasikan untuk mengingatkan semua orang tentang perdamaian dunia, dimana perang dan kekerasan harus dihentikan.

Pada International Day of Peace, Lonceng Perdamaian PBB (United Nation Peace Bell) akan dibunyikan di gedung pusat PBB di New York, USA. Tema International Day of Peace pada tahun 2018 ini adalah “The Right to Peace - The Universal Declaration of Human Rights at 70” sebagai peringatan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia yang ke-70. Semoga dengan diperingatinya International Day of Peace, dunia akan semakin damai dan menjadi tempat yang aman untuk semua orang.

Manusia membentuk sebuah aturan untuk menjaga perdamaian. Aturan tersebut ditulis dalam sebuah kertas untuk dipatuhi dan bersifat mengikat. Sepanjang sejarah umat manusia, tentu banyak sekali teks-teks perdamaian tersebut. Berikut ini beberapa teks yang mungkin saling bertautan, yaitu: Piagam Madinah, Pancasila, Khutbah Wada’ dan UUD’45.



Piagam Madinah

Dalam Membentuk Kekuatan dan Politik Islam di Madinah, Nabi juga mempersatukan antara golongan Yahudi dan Bani Qoinuqo, Bani Nadhir dan Bani Quraidah. Terhadap golongan Yahudi, Nabi membentuk suatu perjanjian yang melindungi hak-hak azasi manusia, yang dikenal dengan Piagam Madinah. Adapun diantara isi Piagam Madinah sbb:

1. Kaum Yahudi bersama kaum muslimin wajib turut serta dalam peperangan.
2. Kaum Yahudi dari Bani Auf diperlakukan sama kaum muslimin.
3. Kaum Yahudi tetap dengan Agama Yahudi mereka, dan demikian pula dengan kaum muslimin.
4. Semua kaum Yahudi dari semua suku dan kabilah di Madinah diberlakukan sama dengan kaum Yahudi Bani Auf.
5. Kaum Yahudi dan muslimin harus saling tolong menolong dalam memerangi atau menghadapi musuh.
6. Kaum Yahudi dan muslimin harus senantiasa saling berbuat kebajikan dan saling mengingatkan ketika terjadi penganiayaan atau kedhaliman.
7.  Kota Madinah dipertahankan bersama dari serangan pihak luar.
8. Semua penduduk Madinah di jamin keselamatanya kecuali bagi yang berbuat jahat



'Khutbah Wada

أَيُّهَا الـنَّاسُ : إِسْمَعُوْا قَوْلِي فَإِنِّي لاَأَدْرِيْ لَعَلِّيْ لاَأَلْقَكُمْ بَعْدَ عَامِيْ هذَا بِهذَا[1] المَوْقِفِ أَبَـدًا.
أَيُّهَاالـنَّاسُ، إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْـوَالَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ إِلَى أَنْ تَلْقَوْا رَبَّكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هذَا، وَكَـحُرْمَةِ شَهْرِكُمْ هذَا[2].
        وَإِنَّكُمْ سَتَلْقَوْنَ رَبَّكُمْ فَيَسْـأَ لُكُمْ عَنْ أَعْمَالِكُمْ [3]وَقَدْ بَلَّغْتُ.
       فَمَنْ كَانـَتْ عِنْدَهُ أَمَانَةٌ فَلْـيُؤَدِّهَا إِلَى مَنِ ائْـتَمَنَهُ عَلَيْهَا[4].
       وَإِنَّ كُلَّ رِبًا مَوْضُوْعٌ ، وَلَكِنْ لَكُمْ رُؤُوْسَ أَمْـوَالِكُمْ لاَتَـظْلِمُوْنَ وَلاَ تُظْلَمُوْنَ.[5]
       قَضَى اللهُ أَنَّهُ لاَ رِبًا، وَأَنَّ رِبَا عَبَّاسِ بْنِ عَبْدُ الْمُطَلِبِ مَوْضُوْعٌ كُلَّهُ.
       وَأَنَّ كُلَّ دَمٍ كَانَ فِي الْجَاهِلِـيَّةِ مَوْضُوْعٌ، وَأَنَّ أَوَّلَ دِمَائِكُمْ أَضَعُ دَمَ ابْنِ رَبِـيْعَةِ بْنِ الحَارِثِ بْنِ عَبْدُ الْمُطَلِبْ ....[6]

      أَمَّا بَعْدُ. أَ يُّهَاالنَّاسُ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ يَـئِسَ مِنْ أَنْ يُعْبَدَ بِأَرْضِكُمْ هذِهِ أَبَدًا. وَلَكِنَّهُ إِنْ يُـطَعْ فِيْمَا سِوَى ذلِكَ، فَقَدْ رَضِيَ بِهِ مِمَّا تَـحْقِرُوْنَ مِنْ أَعْمَالـِكُمْ، فَاحْذَرُوْهُ عَلَى دِيْنِكُمْ.
       أَيُّهَاالنَّـاسُ، إِنَّ النَّسِىءَ زِيَادَةٌ فِي الْكُفْرِ يُضَلُّ بِهِ الَّذِيْنَ كَـفَرُوْا، يَـحْلُوْنَهُ عَامًا وَيُحَرِّمُ نَهُ عَامًا، لـِيُوَاطِئُوْا عِدَّةً مَاحَـرَمَ اللهُ، فَـيُحِلُّوْا مَا حَرَمَاللهُ وَيُـحَرِّمُوْا مَا أَحَلَّ اللهُ.[7]
       وَإِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْـتَدَارَ كَهَيْـئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللهُ السَّموَاتِ وَاْلأَرْضَ، وَإِنَّ عِدَّةً الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةُ حُرُمْ، ثَلاَثَةُ مُتَوَا لِيَةٌ. وَرَجَبُ مُفْرَدٌ، الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ.
       أَمَّا بَعْدُ. أَيُّهَا الـنَّاسُ، فَإِنَّ لَكُمْ عَلَى نِسَائِـكُمْ حَقًّا، وَلـَهُنَّ عَلَيْكُمْ حَقًّا. لَكُمْ عَلَيْـهِنَّ أَلاَّ يُوْطِئْنَ فِرَشَـكُمْ أَحَدًا تَـكْرَهُوْنَهُ، وَعَلَيـْهِنَّ أَلاَّ يَأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ. فَإِنَّ فَعَلْنَ، فَإِنَّ اللهَ قَدْ أَذِنَ لَكُمْ أَنْ تَهْجُرُوْ هُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ، وَتَـضْرِبُوْ هُنَّ ضَرْبًا غَيْرَ مُبَرَّحٍ. فَإِنِ انْتَهَيْنَ فَلَهُنَّ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ [8]بِالْمَعْرُوْفِ. وَاسْتَوْصُوْا بِاالنِّسَاءِ خَيْرًا، فَإِنَّـهُنَّ عِنْدَكُمْ عَوَانٌ لاَيَمْلِكُنَّ ِلأَنْفُسِهِنَّ شَيْئًا. وَإِنَّكُمْ إِنَّمَا أَخَذْتُمُوْهُنَّ بِأَمَانَةِ اللهِ، وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوْجَهُنَّ بِكَلِمَاتِ اللهِ.
       فَاعْقِلُوْا أَيُّهَا النَّاسُ قَوْلِي، فَإِنِّي قَدْ بَلَّغْتُ، وَقَدْ تَرَكْتُ فِيْكُمْ مَاإِنِ اعْتَصَمْتُمْ بِهِ فَلَنْ تُضِلُّوْا أَبَدًا، أَمْرًا بَيِّنَتًا : كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ رَسُوْلِهِ[9].
       أَيُّهَا النَّاسُ، إِسْمَعُوْا قَوْلِيْ وَاعْقِلُوْهُ، تَعْلَمُنَّ أَنَّ كُلَّ مُسْلِمٍ أَخٌ لِلْمُسْلِمِ، وَأَنَّ الْمُسْلِمِيْنَ إِخْوَةٌ،[10] فَلاَ يُحِلُّ لاِمْرِىءٍ مِنْ أَخِيْهِ إِلاَّ مَا أَعْطَاهُ عَنْ طِيْبِ نَفْسٍ مِنْهُ، فَلاَ تُظْلَمُنَّ أَنْفُسَكُمْ.
       اللّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ !
       قُلْ لَهُمْ إِنَّ اللهَ قَدْ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ إِلَى أَنْ تَلْقَوْا رَبَّكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هذَا.[11]
       اللّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ؟[12] اللّهُمَّ اشْهَدْ[13].].


Artinya:
Wahai manusia sekalian![14] perhatikanlah kata-kata ini! Aku tidak tahu, kalau-kalau sesudah tahun ini, dalam keadaan seperti ini, tidak lagi akan bertemu dengan kamu sekalian.

            Saudara-saudara. Bahwasannya darah kamu dan harta-benda kamu sekalian adalah suci buat kamu, seperti hari ini dan bulan ini yang suci sampai datang masanya kamu sekalian menghadap Tuhan. Dan pasti akan menghadap Tuhan; pada waktu itu kamu dimintai pertanggung jawaban atas segala perbuatanmu. Ya, aku sudah menyampaikan ini!

Barang siapa telah diserahi amanat, tunaikanlah amanat itu kepada yang berhak menerimanya. Bahwa semua riba sudah tidak berlaku. Tetapi kamu berhak menerima kembali modalmu. Janganlah kamu berbuat aniaya terhadap orang lain, dan jangan pula kamu teraniaya. Allah telah menentukan bahwa tidak boleh ada lagi riba dan bahwa riba ‘Abbas bin Abdul-Muthalib semua sudah tidak berlaku.

Bahwa semua tuntutan darah selama jahiliyah tidak beralaku lagi, dan bahwa tuntutan darah pertama yang kuhapuskan ialah darah Ibnu Rabi’ah bin Al-Harith bin Abdul-Muthalib!

Kemudian daripada itu saudara-saudara. Hari ini nafsu syetan yang minta di sembah di negeri ini sudah putus untuk selama-lamanya. Tetapi, kalau kamu turutkan dia walaupun dalam hal yang kamu anggap kecil, yang berarti merendahkan segala amal perbuatanmu, niscaya akan senanglah dia. Oleh karena itu peliharalah agamamu ini baik-baik.

Saudara-saudara. Menunda-nunda larangan di bulan suci berarti memperbesar kekufuran. Dengan itu orang-orang kafir itu tersesat. Pada satu tahun meraka langgar dan pada tahun lainnya mereka sucikan, untuk di sesuaikan dengan jumlah yang sudah disucikan Tuhan. Kemudian mereka menghalalkan apa yang sudah diharamkan Allah dan mengharamkan mana yang di sudah di halalkan.

Zaman itu berputar sejak Allah menciptakan langit dan bumi ini. Jumlah bilangan menurut Tuhan ada dua belas bulan, empat bulan diantaranya ialah bulan suci, tiga bulan berturut-turut dan bulan Rajab itu antara bulan Jumadilakhir dan Sya’ban.

Kemudian daripda itu, saudara-saudara. Sebagaimana kamu punya hak atas istri kamu, juga istrimu sama mempunyai hak  atas kamu. Hak kamu atas mereka ialah untuk tidak mengizinkan orang yang kamu tidak sukai menginjakan kaki diatas lantaimu, dan jangan sampai mereka secara jelas membawa perbuatan keji. Kalau mereka sampai melakukan itu Tuhan mengizinkan kamu berpisah tempat tidur dengan mereka dan boleh memukul mereka dengan satu pukulan yang tidak sampai mengganggu. Bila mereka sudah tidak lagi melakukan itu, maka kewajiban kamulah memberi nafkah dan dan pakaian kepada mereka dengan sopan-santun. Berlaku baiklah terhadap istri-istri kamu, mereka itu kawan-kawan yang membantumu, mereka tidak memiliki sesuatu untuk diri merekaa. Kamu mengambil mereka sebagai amanat Tuhan, dan kehormatan mereka di halalkan buat kamu dengan nama Tuhan.

Perhatikanlah kata-kataku ini, saudara-saudar! Aku sudah menyampaikan ini. Ada masalah yang sudah jelas kutinggalkan ditangan kamu, yang jika kamu pegang teguh kamu tidak akan sesat selama-lamanya; Kitabullah dan sunnah rasul.

Wahai manusia sekalian! Dengarkan kata-kataku ini dan perhatikan! Kamu akan mengerti, bahwa setiap Muslim adalah saudara Muslim yang lain, dan kaum Muslimin semuanya bersaudara. Tetapi seseorang tidak dibenarkan (mengambil sesuatu) darai saeudaranya, kecuali jika dengan senang hati diberikan kepadanya. Janganlah kamu menganiaya diri sendiri.

Ya Allah, sudah kusampaikan?
Katakanlah kepada mereka, bahwa darah dan harta kamu oleh Tuhan disucikan, seperti hari ini yang suci, sampai masanya kamu sekalian bertemu dengan Tuhan.
Ya Allah! sudahkah kusampaikan?
Ya Allah. saksikanlah ini!









Referensi: berbagai sumber


Tim Konservasi Budaya Dewan Kesenian Jawa Timur kali ini kembali blusukan menghadiri undangan ruwat 32 sumber petirtan Jolotundo (18/9). Selain menghadiri undangan, kedatangan kami kali ini masih dalam rangka riset lanjutan penulisan foklor Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan kebudayaan yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat.


Tanggal satu suro sebagai awal dimulainya rangkaian acara kebudayaan. Dimulai dari Ruwat Bumi Nuswantara di Pendopo Agung Trowulan, lomba macapatan oleh siswa, dilanjutkan Kirab Mahapatih Gajah Mada. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin diadakan setiap tahun. Pesertanya datang dari seluruh penjuru Nusantara. Datang dari berbagai latar belakang agama, profesi dan kepentingan, semuanya melebur melestarikan kebudayaan daerah.

Para pemuda dan siswa sekolah turut meramaikan agenda tahunan ini. Arak-arakan bantengan dengan bendera merah putih yang cukup panjang berjalan menuju sumber Jolotundo. Berbagai tamu undangan dan masyarakat pun berlomba-lomba mengabadikan momen ini. Kami banyak bertemu tokoh budayawan yang tidak asing lagi. Biasanya kami berdiskusi sampai larut malam, mendiskusikan pelestarian kebudayaan dan kebangsaan di lereng gunung Penanggungan.

Acara dimulai dengan pembacaan ummul Qur’an oleh MC yang sejak awal menggunakan bahasa Jawa. Kemudian dilanjutkan pembacaan niat dan tujuan diadakannya ruwatan oleh sesepuh dengan menggunakan bahasa Jawa yang sulit saya pahami. Kegiatan dilanjutkan dengan upacara mata air yang hanya dilakukan segelintir orang di sumber tertinggi. Tidak semua pengunjung atau undangan bisa menyaksikan ritual ini.

Alunan musik menambah kesakralan agenda ini. Kombinasi antara biola, seruling, kecrek, gamelan, tabuh, dan beberapa alat yang mengeluarkan bunyi khas yang saya sendiri tak tahu namanya. Kegiatan dilanjutkan dengan mencampur 32 sumber mata air menjadi satu yang kemudian dibagikan ke pengunjung. Saya berkesempatan menikmati kesegaran air mineral 32 sumber ini.


Di penghujung acara, pengunjung dan para undangan dihibur oleh pertunjukan tari seribu topeng. Sesuai dengan namanya, penari menggunakan 1000 topeng selama pertunjukan. Kabarnya, penari satu ini telah menorehkan banyak prestasi. Setelah puas menyaksikan pertunjukan, para pengunjung mendapat kesempatan berebut gunungan yang berisi banyak makanan. Ini sebagai simbolis dan mengingatkan bahwa inilah karakter asli manusia yang suka berebut. Saya sendiri hanya menyaksikan dari kejauhan, mengingat jarak ke lokasi gunungan cukup jauh dari tempat saya duduk. Saya lebih memilih berdiskusi dengan narasumber.


Agenda ditutup dengan ramah tamah. Menikmati hidangan tumpeng yang telah disediakan panitia. Bersama tim, kami menikmati tumpeng sembari beramah-tamah dengan budayawan. Doa lintas agama sebagai penutup acara. Diakhiri dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Garuda Pancasila oleh semua pengunjung dan undangan.


Menjadi merdeka adalah sebentuk perjuangan untuk menuju keparipurnaan. Karena untuk merdeka dibutuhkan perjuangan panjang nan berliku dengan segenap pengorbanan, baik darah maupun air mata. Makna kemerdekaan itu sendiri tidak hanya berkonotasi fisik tetapi juga rohani. Mengekang hawa nafsu, berdarma di jalan kebenaran, berani membebaskan kesengsaraan kaum lain, dan tidak menonjolkan semua laku darma yang diperbuat adalah jalan menuju insan yang merdeka.

Bukan sebuah kebetulan kata "puasa" mirip dengan kata "puas". Alam seakan memberikan isyarat, bahwa dengan puasalah jalan menuju kepuasan. Menuju insan paripurna. Puasa dalam kisah ini dilakukan dengan tak mau dikenang. Insan tersebut dalam kesempatan kali ini bernama Hariono dan Koesno Wibowo.

Mengenang Hariono dan Koesno Wibowo, dua nama perobek bendera yang tak pernah mau mengakui dengan beralasan: perobeknya bukan saya, tapi arek arek Suroboyo. Pada Peristiwa Perobekan Bendera di Hotel Yamato sekarang Hotel Majapahit Surabaya, Rabu Wage, 19 September 1945. Al-Fatihah untuk beliau berdua.


Ruang 33: tempat Jendral Faloch (Belanda) berunding dengan Ruslan Abdul Ghani (Surabaya) 71 tahun silam di Hotel Yamato. Menjelang insiden perobekan bendera Belanda.

Rangkuman yang kami jadikan referensi dari buku: Surabaya, Dimana Kau Sembunyikan Nyali Kepahlawananmu? oleh Ady Setyawan & Marjolein Van page

Sumber 1:
Insiden perobekan bendera,
dari versi Ruslan Abdulgani secara umum terdapat empat kelompok yang terlibat dalam insiden ini. *) Abdulgani-Knapp , Retnowati, A Fading Dream, The Story of Ruslan Abdulghani and Indonesia, Hal 101.

Kelompok pertama adalah para tentara Jepang yang telah menyerah kepada Sekutu . Sejak 15 Agustus 1945 mereka telah diperintahkan Tokyo untuk menuruti semua permintaan pasukan Sekutu. Kelompok kedua adalah prajurit Belanda dan Inggris dibawah komando RAPWI (Recovery of Allied Prisoners of War and Internees) yang bertugas menyelamatkan tawanan perang Sekutu di wilayah jajahan Jepang. Kelompok ketiga , terpisah dari anggota RAPWI tetapi bersikap pro Belanda adalah orang-orang dari organisasi IEV ( Indo Europesche Vereniging ) , organisasi bentukan warga Indo Eropa dari keluarga terpandang di Surabaya. Pimpinan mereka adalah MR Ploegman , MR berarti Meester in de Rechten atau Sarjana Hukum.

Kelompok keempat adalah para pemuda Indonesia yang bekerja sebagai staf atau pelayan hotel, menguping setiap pembicaraan rapat IEV yang dilakukan di kamar no 33. Mereka melakukan tugas intelijen dimana para “pelayan” ini sebenarnya adalah mahasiswa kedokteran gigi anggota drg Moestopo. Dengan bantuan teknisi, mereka melakukan penyadapan saluran telepon hotel untuk mengetahui gerak langkah IEV *) Kelompok Kerja Sejarah 10 November 1945 , Saat Remaja Meledak Menjadi Dewasa, hal 204

Mahasiswa-mahasiswa intel inilah yang menyampaikan kepada para pimpinan bahwa IEV berencana mengibarkan bendera merah putih biru. Mereka benar-benar melaksanakan pengibaran ini dan tidak sampai lima belas menit, sekitar seratusan massa sudah berkumpul didepan hotel dan terus bertambah. Yang mencekam, selain para tentara Kempetai yang berjaga dengan sangkur terhunus juga hadir orang-orang Indonesia mantan anggota Jibakutai dengan seragam khas mereka berwarna hitam, mereka berdiri berhadapan *)Pasukan Jibakutai adalah pasukan yang dilatih khusus oleh Jepang sebagai pasukan elit,pasukan berani mati.

Sumber 2 :
Soewito mencatat kesaksian Sudi sebagai berikut :
Ditengah keramaian, Residen Sudirman tiba-tiba datang dengan mobil hitamnya. Masyarakat yang sudah mengenali beliau langsung memberikan jalan. Pak Residen berjalan menuju hotel dengan langkah tegap didampingi oleh beberapa pemuda termasuk Sidik dan Hariyono. Sampai di area lobi, beliau bertemu beberapa orang Eropa diantaranya Ploegman yang menyatakan bahwa dirinya perwakilan pihak Sekutu di Surabaya. Sudirman meminta bendera diturunkan, jawaban Ploegman sangat mengiris hati, orang itu berujar “pasukan Sekutu telah menang perang dan karena Belanda adalah bagian dari Sekutu maka sudah menjadi haknya mengembalikan pemerintahan Hindia Belanda”. “Republik Indonesia? Kami tak tahu itu apa!” . Tanpa menunggu tanggapan Sudirman, Ploegman membalikkan tubuh dan bergegas menuju bagian belakang hotel dan ketika dia kembali,dia telah membawa sebuah pistol.

Dia mengancam Residen Sudirman, meneriakkan perintah-perintah kasar. Sidik dan Hariyono menerjangnya dan berusaha merebut pistol dari tangannya. Dalam pergulatan itu picu pistol tertekan dan suara tembakan terdengar. Peluru mengenai langit-langit. Hariyono dengan sigap menarik pak Dirman keluar dan kembali pada mobilnya. Sementara itu Sidik tetap bergulat dengan Ploegman. Orang Belanda itu mati kehabisan napas akibat dicekik,kepalanya juga dipukul dengan batang besi.

Suara tembakan menyebabkan orang-orang Belanda didalam hotel keluar ke lobi. Mereka segera mengeroyok Sidik yang kemudian mengangkat sebuah sepeda dan memutarnya ke kiri kanan supaya tidak ada yang mendekat. Seorang belanda menyerang Sidik dengan sebuah pisau panjang. Sidik terus menggunakan sepeda yang dia cengkeram sebagai tameng, tapi akhirnya sebuah pisau menancap di badannya dan dia ambruk. *) Soewito, Rakyat Jawa Timur, Hal 28

Sumber 3 :
M. Jasin dalam memoarnya menulis :
Sidik bergerak menyerang Ploegman dan membunuhnya. Akibatnya beberapa anggota bekas tentara Belanda yang ada di hotel itu membalas serangan Sidik. Perkelahian yang tidak seimbang itu menyebabkan Sidik tewas akibat terkena sabetan pedang. Saya pikir Sidik merupakan korban pertama dari perjuangan rakyat Surabaya mempertahankan kemerdekaan RI. Kejadian itu mendorong Hariyono bergegas membawa Residen Sudirman keluar dari Hotel Yamato. Setelah mengamankan Residen Soedirman, Hariyono membantu Kusno Wibowo naik keatas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Kejadian itu menimbulkan amarah orang-orang Belanda sehingga mereka melepaskan tembakan beberapa kali. Tembakan itu mengenai kepala Hariyono hingga ia terjatuh tetapi jiwanya masih dapat tertolong. *) Memoar Jasin Sang Polisi Pejuang, hal 18

Sumber 4:
Berikut testimoni dari Budi Tjokrodjojo, salah satu pimpinan Jibakutai yang juga berada dilokasi. Ditulis ulang dengan perubahan seperlunya :
Sebagai akibat pengibaran bendera Belanda menimbulkan kemarahan rakyat Surabaya, baikpun dikalangan Pemerintah RI karena menganggapnya sebagai tantangan kepada bangsa Indonesia yang baru saja memproklamirkan Kemerdekaannya itu pada 17-8-1945. Diantara yang turut marah sebagai anggota masyarakat adalah kelompok bekas anggota Jibakutai. Kemarahan ini nantinya menjadi serbuan massal terhadap markas Belanda berupa insiden berdarah disertai perobekan bendera Belanda.

Pokok-pokok terjadi peristiwa sebagai berikut :
a. Serangan terhadap Wakil Belanda Mr. Ploegman dikerjakan oleh sdr. Sidik dengan menendang tangannya yang menodongkan revolver pada Bapak Residen Soedirman pada saat perdebatan mengenai penurunan bendera.
b. Kemudian disusul dengan peristiwa perobekan bendera Belanda dikerjakan oleh sdr. Hariyono, bersama-sama dengan pemuda2 lain.
Jalannya proses A

a. Sebelum terjadi perobekkan bendera didahului dengan timbulnya clash fisik/perkelahian antara Wakil Belanda tsb dengan seorang bekas anggauta Jibakutai sdr. Sidik.
b. Perkelahian ini timbul sesudah perundingan atau debat tentang penurunan bendera macet, karena pihak Belanda menolak untuk menurunkannya.
c. Pada saat perundingan sdr. Sidik sudah ada disitu menyaksikan perundingan, berada disebelah kanan Bapak Soedirman, berdiri. Pada saat perundingan macet Bapak Soedirman tidak mau meninggalkan tempat.
d. Dengan tiba-tiba Mr. Ploegman meninggalkan tempatnya keluar. Tetapi dengan cepat dia kembali dengan membawa revolver langsung menuju pada Bapak Soedirman menodongkannya sebelum debat dimulai lagi. (Revolver itu dia dapat dari Pos Penjagaan Jepang terletak disisi Hotel). Melihat todongan senjata yang berbahaya ini bagi sdr. Sidik tidak pikir panjang. Dengan tiba-tiba pula dia tendang tangan Mr. Ploegman sehingga senjata tadi mencelat dan meletus pelurunya.
e. Dari akibat peristiwa ini perundingan bubar. Rakyat yang menyaksikan bubar juga, lari keluar Hotel. Hanya Sidik tidak lari, karena Mr. Ploegman jadi marah pada Sidik seketika dan segera timbul perkelaian duel satu lawah satu. Ploegman pakai pukulan-pukulan, Sidik mengelak tetapi berusaha memiting musuhnya. Dalam perkelaian ini kemenangan ada dipihak Sdr. Sidik. Ploegman dia cekik tenggorokkannya sehingga mati lemas, terbunuh.
f. Selesainya perkelahian ini datang Belanda lain bersenjata pedang, langsung menuju pada Sdr. Sidik . Didalam hotel dilihat sepeda. Sepeda tadi dia ambil, dia angkat tinggi untuk perisai. Perkelahian dimulai. Singkatnya, suatu sabetan pedang dari Belanda tadi dari arah atas kebawah dia tangkis pakai sepedahnya, sehingga sepedah perisainya putus batangnya. Tetapi pedang Belanda tadi juga patah jadi dua. Patahan pedang tadi ujungnya mengenai kepala sdr. Sidik sehingga segera mandi darah. Dalam keadaan demikian sdr. Sidik tidak menyerah, bahkan malahan mengamuk pada musuhnya. Musuhnya dia amuk pakai sepeda rusak tadi dengan mengayunkannya pada tubuh Belanda tadi, sehingga Belanda terbunuh juga (dua Belanda terbunuh olehnya).
g. Malang bagi Sidik. Peristiwa itu belum habis sampai disitu. Seorang Belanda lain lagi datang dengan membawa pot besar diangkat tinggi untuk dihantamkan pada tubuh sdr. Sidik. Karena dia sudah kehabisan tenaga dan nafasnya hampir putus dan darahnyapun terus keluar membasahi muka dan tubuh, maka dia keluar Hotel. Keadaan ini baru dilihat oleh rakyat banyak, dan baru mulai bergerak menolongnya. Belanda tadi disergap rakyat dan terbunuh. Sidik jatuh pungsan. Ditolong rakyat diangkut kerumah sakit Simpang.

Perhatian:
Mengenai perkelahian Sdr. Sidik dengan Belanda ini, dia sangat menyesal pada rakyat yang menyaksikan bersama-sama dengan dia disaat perundingan itu. Mengapa tidak ada seorangpun yang membantu pada saat duel itu terjadi.

Jalannya proses B:
a. Setelah proses A terjadi, mulailah rakyat bergerak melalui pemimpin kelompoknya masing-masing kearah perobekan bendera. Penyerbuan menjadi massal. Tetapi bagi sdr. Hariyono tadi (yang kami beri anjuran dan instruksi) dapat berhasil yang pertama-tama mencapai puncak hotel dimana bendera Belanda itu berkibar dengan cara naik keatas melalui pundak pemuda-pemuda yang berdiri memanjang keatas berpunduk.
b. Bendera itu dia turunkan. Kemudian dia robek dengan gigitan gigi sampai 10cm bagian birunya.
c. Dalam detik-detik ini pemuda lain sampai juga dipuncak bernama sdr. Koesnowibowo. Rupanya dia melihat dan memandang cara merobek sdr. Hariyono tadi tidak cepat dan kurang kuat, maka bendera itu dia rebut dan melanjutkan merobek birunya dengan tangan. Bagian birunya dia untel2, kemudian dia lempar kebawah. Kemudiannya bendera yang menjadi “merah-putih” itu mereka kerek bersama-sama keatas.
d. Peristiwa perobekkan bendera ini bagi sdr. Hariyono belum habis sampai disitu saja. Pada saat dia mau turun dia dengar ada tembakan dari arah hotel. Ditengah-tengah perjalanan turun merasa kepalanya jadi pusing dan keluar darah dari kepalanya. Hal ini baru dia sadari bahwa tembakan tadi diarahkan padanya, mengenai kepala bagian atas kiri. Sampai dibawah dia jatuh pingsan. Ditolong rakyat diangkut rumah sakit Simpang. Hal ini seperti membuat janji saja dengan kawannya ialah sdr. Sidik tadi yang lebih dahulu diangkut kerumah sakit.
e. Peristiwa insiden ini pada hari itu juga disiarkan oleh radio RRI dengan jumlah korban yang pertama-tama. Diantara disebut-sebut juga nama dari sdr. Sidik dan sdr. Hariyono dalam keadaan luka berat dirawat dirumah sakit Simpang. Berita radio ini kami disaat itu mendengar sendiri. Kepada eks pengurus PRI lama misalnya dapat diteliti kebenarannya tentang data kami ini.
Diluar hotel suasana menjadi sangat kacau. Tentara Kempetai Jepang mulai menyebar membuat pagar hidup. Tapi ratusan arek Suroboyo yang marah maju menantang dan mengelilingi mereka termasuk para anggota Jibakutai, siap menghadapi para tentara Jepang yang dahulu pernah menjadi pelatih mereka. Kusno Wibowo, Sutrisno dan Hariyono memanjat menara dengan tangga. Setibanya diatas,mereka menurunkan bendera Belanda, karena tidak menemukan bendera merah putih maka Kusno dan Hariyono merobek bagian birunya, memanjat kembali tiang bendera dan memasang bendera merah putih meskipun ukurannya timpang. *) Testimoni Budi Tjokrodjojo, Arsip DHD 45

Sumber 5 :
Saksi mata lainnya, Sudi Suyono menuliskan :
Hari Rabu 19 September 1945 sekitar jam 09.00 pagi, bendera Belanda berkibar di Hotel Oranje. Saat itu saya berada di Kebun Binatang Wonokromo dan mendengar berita tersebut tersebut langsung mencari trem yang menuju kearah utara. Saya meminta pengemudi trem dan kondektur untuk segera meluncur menuju depan Hotel dan diberhentikan disana. Usul saya disetujui seluruh penumpang dan juga pengemudi trem.
Sampai didekat Hotel, nampak sekelompok pemuda bekas anggota Jibakutai berkumpul didepan toko NAM dipimpin oleh Budi Tjokrodjojo. Saya sendiri memberi perintah trem-trem yang melintasi agar berhenti disekitar Hotel karena nantinya dapat kami gunakan sebagai perisai atau tempat perlindungan. Saya memperkirakan akan terjadi sesuatu yang amat dahsyat. Sementara serdadu-serdadu Jepang berjaga dimuka Hotel, bersiap di halaman namun tidak bertindak apa-apa.

Secara tak terduga datanglah Residen Sudirman yang segera masuk kedalam Hotel dikawal oleh dua anggota Jibakutai , Sidik dan Harijono. Budi Tjokrodjojo sedang keluar menuju markas BKR Kaliasin. Ploegman selaku ketua IEV menemui Residen Sudirman dan berdialog dengan bahasa Belanda. Ploegman dengan sombongnya bertolak pinggang didepan Residen Sudirman dan mengatakan lebih kurang “Tentara Sekutu telah menang perang, karena kerajaan Belanda dan pemerintah Hindia Belanda adalah bagian dari Sekutu maka berhak menegakkan pemerintahan Hindia Belanda kembali. Pemerintah Republik Indonesia ? Tidak ada !!”

Sambil berkata demikian dia keluar menuju pos jaga Jepang dan kembali dengan membawa pistol dan langsung mendongkannya kearah Residen Sudirman. Sidik yang berdiri tepat disamping Residen langsung menendang pistol itu dengan kerasnya dan meletus diudara. Harijono segera menarik Residen keluar dan Sidik terlibat perkelahian dengan Ploegman.

Karena Sidik terlatih sebagai pasukan Jibakutai maka dengan mudah ia mencekik leher musuhnya hingga mati lemas. Seorang Belanda Indo bekas anggota KNIL menyerang dengan kelewang polisi. Melihat keadaan bahaya tersebut, ia mengangkat sebuah sepeda laki-laki untuk perisai. Karena kuatnya tebasan maka patahlah sepeda itu dan patah pula pedang kelewang si Indo. Namun pedang yang patah tersebut melukai kepala Sidik hingga mengalami pendarahan hebat dan membuatnya pingsan.

Kondisi diluar gedung sangat memanas, rakyat berteriak agar menyerbu masuk kedalam Hotel. Saya merasa khawatir pasukan Jepang yang menjaga Hotel akan mengambil tindakan yang mengerikan, tapi ternyata mereka diam saja. Saya melihat yang pertama berhasil naik keatas menara adalah Harijanto dengan cara saling naik keatas pundak dengan kawan-kawannya. Kemudian berdatangan bantuan tangga dari warga kampung diikuti suara-suara teriakan "Merdeka !! Hidup !! Turunkan bendera musuh !!".

Harijono yang sampai atas menara menurunkan bendera dan berupaya merobek warna biru dengan cara menggigitnya. Karena tampak kesulitan, datang Koesno Wibowo meraih bendera, merobek warna biru dan mengibarkannya. Bendera berkibar diikuti sorakan-sorakan rakyat yang begitu emosional dan gegap gempita, mereka kemudian bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Tiba-tiba terdengar suara letusan tembakan dari arah halaman belakang ruang kamar-kamar hotel. Tembakan itu dibidikkan kearah Harijono dan mengenai kepalanya sebelah kiri atas. Dalam keadaan pingsan, Harijono dilarikan ke RS Simpang dimana dia kembali bertemu dengan sahabatnya, Sidik. Hanya berselang hari, Sidik meninggal akibat lukaluka yang ia derita. Namun menurut pengakuan Harijono, Sidik masih sempat berpesan padanya sebelum meninggal : "Mas Har, teruskan perjuangan kita sampai cita-cita kita tercapai, sampaikan pada yang lain..."

Catatan tambahan dari Sudi Suyono : "Pada tahun 1971, lebih kurang 26 tahun sejak peristiwa itu terjadi, saya bertemu Budi Tjokrodjojo dalam keadaan hidup serba kekurangan , jauh dari kondisi layak dan mengalami kesulitan pekerjaan. Demikian halnya dengan Harijono yang meskipun sudah sembuh lukanya namun masih sering mengeluhkan rasa sakit pada kepalanya. Mereka pahlawan revolusi 45 dimana insiden perobekan itu menggetarkan dunia Internasional untuk kemudian dilupakan begitu saja. SUNGGUH AMAT MENYEDIHKAN !!"

Dari sisi Belanda, seorang Sersan bernama Lou Balls menceritakan dalam sebuah wawancara video dokumenter berjudul Archieve Van Tranen. "Kami para pasukan berada di halaman dalam, dideretan ruang-ruang hotel. Keributan terjadi di lobi hotel dan kami tidak tahu pasti apa yang terjadi disana. Satu hal yang pasti, jika massa menyerbu masuk kedalam hotel, maka kami terpaksa akan menembak. Kami tentara bersenjata dan harus melindungi diri"

Dalam sesi akhir wawancara, Sersan Lou Balls mengakui bahwa tindakan mengibarkan bendera adalah tindakan yang salah. Bisa kita bayangkan bagaimana seandainya saat itu massa menyerbu masuk kedalam hotel. Tentu korban jiwa akan berjatuhan lebih banyak lagi.

Dengan adanya arsip-arsip maupun memoar yang ada, kita dapat menarik garis terang siapa sebenarnya pelaku perobekan tersebut. Dipikir nalar pun, dengan jumlah massa sebanyak itu, bukankah aneh jika tak ada yang tahu siapa nama perobeknya?

Setidaknya ada dua nama yaitu Harijono atau mudahnya dilafalkan Haryono bersama seorang pemuda lain bernama Koesno Wibowo. Namun mengapa selama ini nama tersebut tak pernah dipublikasikan dengan jelas?

Hario Kecik menuliskan dalam memoarnya bahwa ada ratusan orang yang mengaku berada diatas menara, suatu hal yang mustahil terjadi. Pada bagian lain dituliskan bahwa Hario mengenal Koesno Wibowo sebagai pribadi yang rendah hati. Setiap kali menghadapi pencari berita, Koesno selalu menyangkal dengan berkata : "Perobeknya bukan saya, tapi arek-arek Suroboyo".


Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami memulai catatan sederhana ini dengan menyadari dengan penuh kesadaran bahwa setiap kelahiran adalah special. Tidak ada ciptaan yang diciptakan percuma tanpa guna, karena segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Setiap jiwa yang terlahir ke dunia sebagai warna baru kehidupan dan berhak mewarnai hidup sesuai dengan versinya masing-masing.

Tidak ada hitam tanpa potensi putih dan tidak ada putih tanpa potensi hitam, bahwa segala yang ada di dunia hanyalah kebenaran semu sedangkan kebenaran mutlak hanyalah Yang Esa: tan kena kinaya ngapa. Kesadaran tersebut sebagai sebab, yang membawa akibat bahwa tidak ada superioritas antarmakhluk. Tidak ada yang lebih baik dari yang lain, yang ada hanyalah menjadi lebih rendah karena merasa lebih baik dari yang lain. Allahu Akbar, sebagai pondasi kesadaran bahwa Allah lah satu-satunya Yang Maha Besar atas segala sesuatu.

Oleh karena itu, untuk benar-benar meyakini dan memahami ‘Allahu Akbar’ perlu pendidikan yang menyadarkan bahwa setiap orang adalah guru, setiap kesempatan adalah waktu belajar dan setiap tempat adalah ruang rindu persahabatan. Bahwa tugas manusia tidak untuk pintar, melainkan untuk terus belajar. Belajar mencintai apa yang dipelajari, belajar menekuni apa yang disukai dan belajar memahami apa yang tidak dikuasai. Sebagai dasar dalam proses menyusun pola kebermanfaatan.

Kesadaran tentang makna sebuah penciptaan memberikan pemahaman bahwa setiap jiwa tak layak diperbandingkan, baik kualitas maupun kuantitas. Sederhananya, tidak ada kalah-menang. Semua berjalan sesuai versinya masing-masing, yang terpenting sebenarnya adalah bagaimana menjadi lebih baik dari diri sendiri. Memastikan bahwa hari ini lebih baik dari hari kemarin dan esok harus lebih baik dari hari ini. Oleh karena itu, dalam tradisi Jawa semua hal, kondisi maupun peristiwa adalah proses belajar, perjalanan kemenyatuan. Apapun nama institusi tempat seseorang belajar, manusia harus melalui 4 tahap: Margautomo, Malioboro, Margamulyo dan Pangurakan. Kemudian dijabarkan dalam sebuah kesenian yang dikenal sebagai tembang macapat yang menceritakan perjalanan hidup manusia mulai dari lahir hingga kembali kepada Yang Esa. Maka, pendidikan yang terbaik adalah pendidikan yang menyadarkan, peserta didik mengenali dirinya sendiri sebagai jalan mengenali Tuhannya. Man Arafa Nafsahu Faqah Arafa Rabbahu.

Sistem ranking mengalami degradasi makna. Angka-angka yang pada mulanya berfungsi sebagai alat introspeksi diri menjadi sesuatu yang menjelma sebagai alat memperbandingkan ciptaan. Tak bisa dipungkiri bahwa ‘efek samping’ adanya sistem rangking di masa kini adalah peserta didik merasa gagal melihat keberhasilan temannya, merasa kalah melihat kemenangan saudaranya dan merasa bodoh melihat kepintaran sahabatnya. Terlepas dari efek samping tersebut, sudah selayaknya para praktisi, pemerhati dan peneliti pendidikan serta orang tua sadar bahwa setiap ciptaan adalah special dan tak layak diperbandingkan. Tugas dari para guru sebagai jembatan, mengantarkan peserta didik menuju dunia yang akan ditekuninya. Maka penyebutan istilah “siswa bermasalah” sebenarnya adalah alibi yang digunakan untuk menutupi ketidakmampuan guru sebagai jembatan penghubung.

Dalam hal ini saya bereksperimen mengelompokkan tingkat konsentrasi peserta didik dalam upaya menjembatani atau berusaha menemukan dunia peserta didik yang mungkin akan ditekuninya di masa depan sesuai dengan karakter konsentrasinya. Pengelompokan dimulai dengan mencari persamaan antarteman. Saya mengelompokkan peserta didik dengan membebaskan anak memilih sendiri anggota kelompoknya. Kebebasan tersebut didasari bahwa manusia akan dipertemukan dengan orang-orang yang mempunyai karakteristik, kebiasaan atau pola piker yang relative sama. Kelompok-kelompok tersebut dinamai dengan nama bunga-bunga, diantaranya Dahlia, Orchid, Lotus, Sunflower, Rose dan Jasmine (penjelasan detail tentang kelompok ini bisa dilihat di www.englishsuperleague.blogspot. com).

Pada akhirnya, kebenaran, kebaikan dan keindahan sangat diperlukan dalam menyampaikan dan menyikapi informasi yang datang. Harapannya, lebih dewasa dalam menghadapi sesuatu dalam membentuk manusia paripurna. Sadar bahwa hidup adalah proses belajar yang tak ada batasnya. Dan menyadari bahwa tidak ada yang lebih baik dari yang lain. Cukup iblis yang merasa lebih baik dari sesame makhluk.

Hipotesa awal ini diharapkan mampu memberikan inspirasi terhadap para peneliti untuk mengembangkan riset pendidikan yang masih memprihatinkan. Produk dari riset adalah pengetahuan. Karena itu, riset hanya akan maju di masyarakat yang menghargai dan haus akan pengetahuan. Di bidang pendidikan, terutama penghargaan mungkin lebih jauh tertinggal dibanding bidang lain. Kalau kebijakan sepenting kurikulum nasional dan system seleksi masuk sekolah saja bisa dibuat tanpa merujuk pada hasil penelitian, sulit berharap bahwa riset pendidikan akan maju. Meskipun demikian, sulit tidak berarti mustahil untuk dilakukan.



Salam,
Catatan Kangguru!



1.     Directory of Open Access scholarly Resources (ROAD)
http://www.kopertis12.or.id/2016/03/13/directory-of-open-access-scholarly-resources-road.html
Terdapat 13.745 open access resources dari 150 Negara siap diunduh, terdiri dari: 13.062 journal diantaranya 2.625 yang terindex Scopus 240 Academic Repositoriies 202 Monographic Series 126 Conference Proceeding 103 Scolarly Blogs.

2.     Indonesia OneSearch by The National Library of Indonesia, 2016
http://www.kopertis12.or.id/2016/02/12/indonesia-onesearch-by-the-national-library-of-indonesia-2016.html
Terhimpun Journal dan ebook dari berbagai institusi dalam dan luar negeri. Terdapat 2.734 Journal reputasi berbagai bidang ilmu, sebanyak 21.473.752 artikel jurnal full text avaiable SIAP DIUNDUH, tanpa perlu login.

3.     Journals with Open Access options
Dengan mengisi kata kunci title dan abstrak dan conteng kotak Filter : Limit to journals with Open Access options.

4.     OAJ terindex Scopus yang dikelola Elsevier/Sciencedirect
http://www.sciencedirect.com/science/journals/all/all-open-access Kelihatannya terdapat 2.282 jurnal, namun hanya Edisi tertentu dari jurnal tsb yg free.

5.      OMICS Open Access Journals
OMICS Internasional is current managing 700 + Open Access Journals in field of Clinical, Medical, Life Science, Pharma, Environmental.

6.     IEEE Xplore Digital Library

7.     Browse Journals-Wiley Open Access

8.     Directory of Open Access Journals

9.     Open Access Journals Search Engine (OAJSE)

10. BookSC The world’s largest scientific articles store.
50,000,000+ articles for free.

11. Portal e-journal langganan Kemristekdikti
Untuk peroleh username dan password ikuti ini:

SUBSCRIBE & FOLLOW