Tunagrahita Milenium


Tunagrahita merupakan sebutan bagi seseorang yang mempunyai gangguan atau keterbatasan daya tangkap pikiran. Klasifikasi ini tergolong disabilitas mental, artinya secara fisik seseorang tidak tampak mempunyai keterbatasan. Gangguan penderita terjadi pada psikisnya, kurang tanggap terhadap persoalan atau terlalu lama dalam memecahkan suatu masalah. Penderita ini lebih dikenal dengan istilah idiot.

Pemerintah harus memberdayakan para penyandang keterbatasan ini tanpa perlu belas kasihan. Sehingga menghasilkan individu yang kuat mentalnya dan tahan banting. Kemandirian hidup dengan tidak bergantung kepada sesama merupakan mentalitas bangsa Indonesia yang sesungguhnya. Tidak ada gunanya menunggu uluran tangan orang lain hanya untuk bertahan hidup di dunia yang fana ini.

Sementara itu, di era milenium ini muncul babak baru tunagrahita. Terjadi penyempitan makna tunagrahita. Lebih khusus lagi, yang dinamakan tunagrahita ialah penderita yang mengalami gangguan dalam menaati hukum atau mempunyai keterbatasan dalam menilai sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan uang. Penderita ini tergolong disabilitas mental, artinya secara fisik seseorang sehat jasmani. Namun, secara psikis penderita ini mempunyai mental mempermainkan hukum dengan mencari celah untuk kepentingan pribadi dan mengambil uang rakyat untuk memperkaya diri.

Keahlian yang seharusnya menjadi pisau dalam menyelesaikan suatu perkara, kini berubah menjadi mainan. Seorang ahli (hukum) begitu mahir dalam mempermainkan pisau itu. Celah-celah hukum dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Hukum laksana kerupuk renyah yang sangat disukai oleh ahli hukum. Dihari penyandang cacat ini, mari bergandeng tangan mempersempit gerak bahkan memusnahkan tunagrahita milenium. Perongrong kemerdekaan rakyat, tirani rakyat kecil, penindas kaum buruh, petani, dan mahasiswa. Tidak ada kemerdekaan hakiki sebelum musnahnya mental-mental kerdil, mental tunagrahita milenium.

No comments:

Post a Comment