Kontroversi Perubahan



Adanya pers tentu akan menjaga hak dan kewajiban warga kampus. Antara mahasiswa dengan mahasiswa, mahasiswa dengan dosen, mahasiswa dengan rektorat,dan mahasiswa dengan lingkungannya. Adanya ketimpangan yang terjadi akan segera diekspose oleh media dan segera ada usaha perbaikan-perbaikannya. Namun, kebebasan yang dimiliki media dalam kampus tidak benar-benar bebas mengingat lembaga kampus berada di bawah naungan dan dibiayai rektorat.

Pers mahasiswa yang diwujudkan dalam bentuk bulletin, majalah, koran atau lainnya tentu sangat efektif dalam mewadahi karya mahasiswa baik dalam bentuk kritik, saran, maupun sastra terhadap penyelenggaraan kegiatan pengajaran di kampus. Keadaan pers yang berada di kampus UIN Sunan Ampel Surabaya sangat dinamis dalam memberikan controlling dalam setiap kebijakan dan aktivitas kemahasiswaan. Memberikan solusi terbaik demi kebaikan bersama dan untuk memajukan almamater.

Pengurus mampu memfungsikan pers kampus sebagai pilar keempat dari pelaksanaan demokrasi di kampus. Mereka menghimpun aspirasi-aspirasi warga kampus dalam membentuk kebijakan oleh pihak rektorat. Termasuk ketika konversi perubahan IAIN ke UIN, tentu sebuah kemajuan dalam lembaga didukung oleh semua pihak. Tetapi kesiapan menghadapi perubahan yang perlu dipertanyakan.

No comments:

Post a Comment