Mengurus Kehilangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Terbaru

Jangan khawatir! Kehilangan STNK bukan akhir dari segalanya. Sejenak tenangkan pikiran Anda dari rutinitas yang sangat menyibukkan. Pahamilah semua ini hanya cara lain bagaimana Tuhan memberikan pengetahuan baru kepada Anda. Saya sarankan, bacalah sedikit kitab suci yang Anda yakini sebelum menyelesaikan urusan ini.
Dalam mengurus kembali STNK ini, ada beberapa persyaratan yang harus Anda lengkapi.
1.    Fotokopi KTP pemilik kendaraan
2.    Fotokopi BPKB pemilik kendaraan
3.    Surat Tanda Laporan Kehilangan dari kepolisian setempat
4.    Surat Keterangan dari SATLANTAS
5.    Surat Laporan Kemajuan dari SATRESKRIM
6.    Iklan kehilangan di media
Tak perlu panik untuk mengurus surat sebanyak itu. Tak perlu menyalahkan diri sendiri atau pun protes terhadap segala aturan. Cara tersebut menjadi cara terbaik aparatur negara untuk mengurangi aksi tindak kejahatan, bukan mempersulit Anda. Hanya perlu 2 hari dengan biaya terjangkau. Ingat, semua dokumen yang diperlukan adalah pemilik kendaraan, bukan orang yang menghilangkan.
Langkah pertama, ketika Anda mulai sadar kehilangan STNK adalah bertanya kepada siapa saja, berusaha mandiri dan melaporkan kepada pihak keamanan tempat-tempat yang baru saja Anda kunjungi. Tunggu hingga seminggu. Jika tidak ada perkembangan, maka mulailah langkah selanjutnya.
Langkah kedua, persiapkan BPKP dan KTP asli pemilik kendaraan, bukan orang yang menghilangkan. Fotokopi rangkap 5 dan bawa dokumen asli hingga pengurusan selesai. Kunjungi polsek terdekat untuk mendapatkan Surat Tanda Laporan Kehilangan. Disini tidak dipungut biaya, namun ketika penulis meninggalkan lokasi, aparat yang bertugas sama sekali tidak tersenyum.
Langkah ketiga, fotokopi Surat Tanda Laporan Kehilangan rangkap 5. Kunjungi balai wartawan di pusat kota untuk memasang iklan kehilangan. Biaya yang dikeluarkan tentu berbeda-beda sesuai dengan kebijakan media tersebut. Saya mengeluarkan Rp. 40.000,- untuk memasang iklan di koran memo. Iklan tersebut terbit keesokan harinya. Setelah dari sini, Anda bisa pulang untuk melanjutkan aktivitas. (Kebijakan media masing-masing)
Langkah ketiga, luangkan waktu sehari penuh. Pagi-pagi sekali datangi balai wartawan untuk mengambil koran. Gunting dan tempelkan di selembar kertas HVS. Kemudian kunjungi Polres tempat dimana Anda tinggal. Di bagian tilang, serahkan satu lembar fotokopi surat laporan kehilangan, BPKB dan KTP pemilik kendaraan. Anda akan mendapatkan Surat Keterangan dari SATLANTAS. Fotokopi surat ini rangkap 3 dan serahkan surat penyiaran ke radio kepolisian. Disini saya tidak mengeluarkan biaya, namun di tempat siaran radio saya diminta uang Rp. 50.000,- (Uang Lelah)
Langkah keempat, kunjungi bagian SATRESKRIM dengan menyerahkan fotokopi Surat Keterangan dari SATLANTAS, Surat Penyiaran, Surat Laporan Kehilangan, BPKP dan KTP pemilik kendaraan. Di sini Anda akan mendapatkan Surat Kemajuan RESKRIM. Saya diminta uang Rp. 50.000,- (belum tahu Undang-Undang yang mengharuskan membayar)
Langkah kelima, kunjungi SAMSAT. Di sini adalah tahap akhir. Namun, sebelum Anda mendapatkan STNK, Anda masih perlu bersabar untuk antre. Di SAMSAT, Anda harus mengantre untuk cek fisik. Kemudian Anda akan diberi nomor antrian. Setelah cek fisik, serahkan dokumen ke tempat yang ditunjuk. Tunggu hingga  nama Anda dipanggil. Setelah itu, ambil dan isi surat permohonan sesuai identitas kendaraan Anda di BPKB. Kumpulkan di tempat yang disediakan dan tunggu nama Anda di panggil. Lakukan pembayaran Rp. 100.000,- dan ambil STNK baru Anda. (Sesuai Undang-Undang Penerimaan Negara bukan Pajak)

Semoga perjalanan ini bermanfaat dan memberikan pelajaran kepada kita. Stop pungli. . .!!! Gerakan mandiri tanpa calo.

No comments:

Post a Comment